Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Hubungan Sikap Kerja dengan Kejadian Kelelahan Kerja pada Petugas Pemadam Kebakaran di Kota Samarinda Mayang Kumala Sari; Kresna Febriyanto
Borneo Student Research (BSR) Vol 1 No 2 (2020): Borneo Student Research
Publisher : Borneo Student Research (BSR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Studi: Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan sikap kerja dengan kejadian kelelahan kerja pada petugas pemadam kebakaran di Kota Samarinda. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 129 responden yang dipilih menggunakan accidental random sampling. Variabel independen yang diteliti yakni Sikap kerja, sedangkan variabel Dependen yang diteliti yakni Kelelahan kerja. Teknik analisa data menggunakan analisis Univariat dan Bivariat dengan Uji Chi Square. Hasil: Hasil penelitian dengan uji Chi Square didapatkan bahwa nilai Pvalue 0,126 > 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini tidak ada hubungan antara sikap kerja dengan kelelahan kerja pada petugas pemadam kebakaran di Kota Samarinda. Manfaat: Penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukan agar petugas selalu melakukan peregangan otot setiap hari dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar supaya petugas terhindar dari gejala kelelahan yang berlebihan sehingga dapat berpengaruh pada produktivitas kerja yang baik.
Hubungan Stres Kerja Dengan Kelelahan Kerja Pada Petugas Pemadam Kebakaran Di Kota Samarinda Zelviana Zelviana; Kresna Febriyanto
Borneo Student Research (BSR) Vol 1 No 1 (2019): Borneo Student Research
Publisher : Borneo Student Research (BSR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Studi: Kelelahan merupakan permasalahan umum yang sering dijumpai pada tenaga kerja. Salah satu faktor yang menyebabkan dari kelelahan kerja yaitu stres kerja. Stres merupakan ketegangan atau tekanan emosional yang dialami seseorang yang sedang menghadapi tuntutan yang sangat besar. Stres yang dialami pada petugas pemadam kebakaran senantiasa dihadapkan pada tuntutan pekerjaan yang tinggi, tanggung jawab yang besar serta keharusan untuk bekerja secara cepat, akurat pada situasi yang kritis dan berbahaya. Tujuan Penelitian ini untuk Mengetahui hubungan stres kerja dengan kelelahan kerja pada petugas pemadam kebakaran di Kota Samarinda. Metodologi: Rancangan penelitian menggunakan desain cross sectional. Dengan sampel sebanyak 129 orang. Hasil: Hasil perhitungan Chi-Square dengan nilai Pvalue sebesar 0.162 menunjukkan tidak ada hubungan antara stres kerja dengan kelelahan kerja. Manfaat: bagi Dinas Pemadam Kebakaran Kota Samarinda yaitu diharapkan bisa lebih mengoptimalkan pelatihan-pelatihan, instruksi dan pengawasan kepada pekerja dalam hal perlindungan Keselamatan dan kesehatan Kerja, memberikan jaminan asuransi kepada petugas agar lebih terjamin, dan memberikan refresing kepada petugas agar bisa mengurangi kelelahan kerja.
hubungan perilaku berisiko dengan Road Traffic Accident (Studi Pada Siswa SMA N 8 Samarinda) Novi Dian Lestari; kresna Febriyanto
Borneo Student Research (BSR) Vol 1 No 2 (2020): Borneo Student Research
Publisher : Borneo Student Research (BSR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan studi: Road Traffic Accident merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang dapat mempengaruhi semua sektor dalam kehidupan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara perilaku berisiko dengan kejadian Road Traffic Accident pada siswa SMA N 8 Samarinda tahun 2019. Metodologi: Desain penelitian ini yaitu cross sectional dengan jumlah 140 responden di SMA N 8 Samarinda. Pengambilan sampel mengunakan teknik simple random sampling dan uji statistik menggunakan uji Chi Square. Hasil: Mayoritas siswa SMA N 8 memiliki perilaku berisiko dengan persentase sebesar 53.6% sedangkan yang mengalami Road Traffic Accident yaitu 63.3% sebagian besar mengalami kecacatan berat dengan persentase sebesar 25.7%. Didapatkan hasil antara perilaku berisiko dengan Road Traffic Accident bahwa terdapat hubungan antara perilaku berisiko dengan Road Traffic Accident dengan nilai P-Value<α (0.000 < 0.05). Manfaat: Diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat mengurangi angka Road Traffic Accident khususnya pada remaja, remaja merupakan asset bangsa yang memiliki masa depan.
Hubungan Lingkungan Dengan Perilaku Seksual Berisiko Pada LSL (Lelaki Seks Lelaki) Di Wilayah Kerja Puskesmas Temindung Lutfi Setiawati; Kresna Febriyanto
Borneo Student Research (BSR) Vol 1 No 2 (2020): Borneo Student Research
Publisher : Borneo Student Research (BSR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Studi : Perilaku seksual berisiko merupakan segala bentuk perilaku yang didasarkan oleh dorongan hasrat seksual baik dengan lawan jenis maupun sesama jenis untuk mendapatkan kesenangan pada organ seksual. Perilaku menyimpang yang tidak lazim dalam masyarakat yaitu homoseksual atau heteroseksual yaitu laki-laki yang tertarik tidak hanya pada perempuan saja tetapi juga pada laki-laki. Tujuan: Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan lingkungan dengan perilaku seksual berisiko pada LSL (Lelaki Seks Lelaki). Metodologi : Desain penelitian ini yaitu cross sectional,dengan jumlah 91 responden dan data diperoleh menggunakan uji statisik chi square. Hasil : Berdasarkan hasil analisis data diperoleh p-valeu yaitu 0,049<0,05 yang berarti ada hubungan lingkungan dengan perilaku seksual berisiko pada LSL (Lelaki Seks Lelaki). Dari 91 responden yang diteliti 54 (59,3%) berpengaruh pada lingkungan dan 37 (40,7%) tidak berpengaruh terhadap lingkungan, sedangkan untuk perilaku seksual 53 (58,2%) berperilaku seksual berisiko dan 38 (41,8%) berperilaku seksual tidak berisiko. Manfaat : Terdapat hubungan signifikan antara lingkungan dengan perilaku seksual berisiko pada LSL (Lelaki Seks Lelaki), karena perilaku yang tidak baik dipengaruhi oleh lingkungan sekitar yang negatif dan bebas.
Hubungan Usia Dengan Perilaku Seksual Berisiko Pada Komunitas LSL (Lelaki Seks Lelaki) Di Wilayah Kerja Puskesmas Temindung Delia Pramutita; Kresna Febriyanto
Borneo Student Research (BSR) Vol 1 No 3 (2020): Borneo Student Research
Publisher : Borneo Student Research (BSR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan studi: Penelitian ini adalah untuk menemukan hubungan antara usia dengan perilaku seksual berisiko pada komunitas LSL (Lelaki Seks Lelaki) di wilayah kerja puskesmas temindung. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 91 responden yang dipilih menggunakan eksidental randem sampling. Pengumpulan data menggunakan angket Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan usia dengan perilaku seks berisiko pada komunitas LSL (Lelaki Seks Lelaki) dengan hasil P-Value = 0,136 dan hasil nilai r 0,157. Manfaat: Hasil penelitian ini bisa dimanfaatkan menjadi sumber refrensi dan sebagai bahan bacaan yang dapat menambah wawasan pembaca tentang perilaku seks berisiko pada komunitas LSL (Lelaki Seks Lelaki).
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Perilaku Seksual Berisiko pada LSL (Lelaki seks lelaki) di Wilayah Kerja Puskesmas Temindung Samarida Indasari Indasari; Kresna Febriyanto
Borneo Student Research (BSR) Vol 1 No 3 (2020): Borneo Student Research
Publisher : Borneo Student Research (BSR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan studi: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku seksual berisiko pada LSL di wilayah kerja Puskesmas Temindung. Metodologi: Jenis penelitian yang digunakan yaitu rancangan penelitian kuantitatif, dengan desain cross sectional yang menekankan pada dinamika korelasi antar faktor-faktor risiko dengan efek melalui cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data menggunakan kuesioner. Populasi dalam penelitian yang dilaksakan adalah seluruh jumlah pasien yang melakukan kunjungan pada bulan oktober, november, dan desember dan pengambilan jumlah sampel menggunakan rumus perhitungan besar sampel dari total populasi tersebut didapatkan hasil 91 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner secara tertutup dengan member beberapa pertanyaan dalam bentuk tertulis.Uji validitas dilakukan di Puskesmas Prapatan Balikpapan menggunakan skala Guttman dengan uji statistic Chi Square. Hasil: Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai p-value yaitu 0.045<0,05 berarti ada hubungan pengetahuan dengan perilaku seksual berisiko. Dari 91 responden yang diteliti 45 responden berpengtahuan baik dan 46 berpengtahuan tidak baik, sedangkan untuk perilaku seksual 53 responden berperilaku seksual berisiko dan 38 berperilaku seksual tidak berisiko, sehingga terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan perilaku seksual berisiko pada LSL, karena perilaku yang tidak baik dipengaruhi oleh pengetahuan yang tidak baik pula. Manfaat: Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk menjadi sumber referensi dan sebagai bahan untuk menambah wawasan pembaca tentang perilaku seksual beisiko serta pembaca dapat mengetahui bahwa pengetahuan dapat mempengaruhi perilaku seseorang.
Hubungan Paparan Media (Visual, Audio Visual) dengan Perilaku Seksual Berisiko pada LSL (Lelaki Seks Lelaki) di Wilayah Kerja PUSKESMAS Temindung Tahun 2019 Hery Agustyawan; Kresna Febriyanto
Borneo Student Research (BSR) Vol 1 No 2 (2020): Borneo Student Research
Publisher : Borneo Student Research (BSR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian:Untuk mengetahui hubungan paparan media (visual, audio visual) dengan perilaku seks beresiko pada LSL (Lelaki Seks Lelaki) di wilayah kerja puskesmas temindung. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan metode cross-sectional dengan populasi sebanyak 91 responden. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Dengan Instrument penelitian kuesioner. Hasil: Hasil penelitian menggunakan uji Chi-square menunjukan bahwa nilaip value sebesar 0,040< ɑ sebesar 0.005 sehingga ada hubungan antara dengan hubungan paparan media (visual, audiovisual) dengan Perilaku Seksual Berisiko pada LSL (Lelaki Seks Lelaki). Manfaat: Ada hubungan antara paparan media (visual, audio visual) dengan perilaku seksual berisiko pada LSL (lelaki Seks Lelaki) di wilayah kerja puskesmas temindung
Hubungan Masa Kerja dengan Kelelahan Kerja pada Petugas Pemadam Kebakaran di Kota Samarinda Tahun 2019 Tiara Rizqi Widyanti; Kresna Febriyanto
Borneo Student Research (BSR) Vol 1 No 2 (2020): Borneo Student Research
Publisher : Borneo Student Research (BSR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Studi:Kelelahan kerja yaitu kondisi yang telah mulai dikenal dalam kehidupan sehari-hari. Istilah kelelahan mengarah pada kondisi melelahkan tenaga untuk melakukan suatu kegiatan, adapun kelelahankerja diakibatkan karena kondisi yang menurun yaitu suatu kondisimelemah, kurangnya motivasi,dan kelelahanfisik akibatkerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan masa kerja dengan kelelahan kerja pada petugas pemadam kebakaran di Kota Samarinda Tahun 2019. Metodologi: Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan desain Cross sectional yang akan dianalisis dengan menggunakanUji statistik korelasi spearman (rho). Hasil: Uji statistik korelasi spearman (rho)yang diperoleh dengan nilai p-value sebesar 0,822, yang berarti tidak adanya hubungan antara masa kerja dengan kelelahan kerja pada petugas pemadam kebakaran di Kota Samarinda Tahun 2019. Manfaat : Bagi petugas pemadam kebakaran dapat memperhatikan kesehatan agar terhindar dari gejala kelelahan yang berlebihan sehingga dapat berpengaruh pada produktivitas kerja yang baik.
Pengaruh Lingkungan Fisik Terhadap Road Traffic Accident (Studi Kasus Pada Siswa Sman 8 Samarinda) 2019 Reni Emita; Kresna Febriyanto
Borneo Student Research (BSR) Vol 1 No 1 (2019): Borneo Student Research
Publisher : Borneo Student Research (BSR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Studi : Road Traffic Accident pada anak remaja merupakan konsekuensi dari beberapa faktor yang sering dikaitkan dengan faktor lingkungan fisik. Ada lima faktor utama yang menjadi penyebab Road Traffic Accident yaitu jalan yang berlubang, jalan yang rusak, jalan licin, jalan menikung, dan pencahayaan yang kurang pada malam hari. Daerah kelurahan Sungai Kunjang merupakan daerah rawan kecelakaan. Dilihat dari kondisi jalan yang berdebu disertai dengan padatnya kendaraan besar yang sering melintasi daerah tersebut. Berdasarkan maping polresta Samarinda Tahun 2018 Kelurahan Sungai Kunjang merupakan daerah yang rawan terjadinya kejadian Road Traffic Accident. Pada Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh lingkungan fisik dengan Road Traffic Accident pada siswa di SMAN 8 Samarinda tahun 2019. Metodologi : Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectional yang akan di analisis dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil : Klasifikasi persentase responden faktor lingkungan fisik yang berisiko sebesar 53,6% sedangkan yang tidak berisiko berisiko sebesar 46,6%. Klasifikasi persentase yang mengalami kejadian Road Traffic Accident sebesar 63,6% sedangkan yang tidak mengalami kejadian Road Traffic Accident sebesar 36,4%. Berdasarkan hasil tabulasi silang, analisa dengan uji statistic Chi-Square didapat nilai P=0,000 < (α=0,05) maka hipotesis Ha diterima dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara lingkungan fisik dengan Road Traffic Accident pada siswa di SMAN 8 samarinda. Manfaat : Untuk dapat di lakukan pengawasan mengenai remaja yang belum cukup umur atau memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM) agar diberikannya peraturan larangan membawa kendaraan
Hubungan Beban Kerja Dengan Kelelahan Kerja Pada Petugas Pemadam Kebakaran Di Kota Samarinda Try Novita Sari; Kresna Febriyanto
Borneo Student Research (BSR) Vol 1 No 1 (2019): Borneo Student Research
Publisher : Borneo Student Research (BSR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Studi : Pekerjaan yang beresiko sangat tinggi adalah pemadam kebakaran. Karena Kejadian kebakaran merupakan peristiwa yang tidak dapat diprediksi sebelumnya, sehingga petugas pemadam kebakaran dituntut untuk selalu siaga ketika bertugas. Kelelahan kerja merupakan permasalahan yang sering terjadi pada tenaga kerja. Salah satu faktor dari kelelahan kerja adalah beban kerja. Beban Kerja yang diperoleh petugas pemadam kebakaran tidak hanya beban kerja secara fisik, namun beban kerja secara mental seperti petugas pemadam kebakaran akan dicaci oleh warga karena datang terlambat dan adu fisik dengan warga. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan beban kerja dengan kelelahan kerja pada petugas pemadam kebakaran di kota samarinda. Metodologi : Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Dengan mengambil responden petugas pemadam kebakaran sebanyak 129 responden. Hasil : Uji Chi-Square yang diperoleh dengan nilai p-value sebesar 0.241 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan beban kerja dengan kelelahan kerja pada petugas pemadam kebakaran di kota samarinda. Pengaturan jam kerja sudah baik, pekerja menikmati pekerjaannya dan muncul rasa nyaman dalam bekerja yang menjadikan tidak adanya kelelahan kerja. Manfaat : Diharapkan bagi dinas pemadam kebakaran dapat memperhatikan waktu kerja petugas.