Infeksi jamur banyak dijumpai pada masyarakat, beberapa obat antijamur sudah kurang efektif sehingga perlu dicari obat kandidat baru antijamur, salah satu kandidatnya adalah daun sirsak (Annona muricata, L.). Daun sirsak mengandung senyawa Alkaloid, polifenol, Flavonoid, triterpenoid yang berfungsi sebagai antijamur. Tujuan penelitian ini yaitu menentukan aktivitas antijamur fraksi n-heksan ekstrak etanol daun Sirsak (Annona muricata, L.) terhadap jamur candida albicansserta menentukan golongan senyawa yang bertindak sebagai antijamur. Daun sirsak diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96% kemudian difraksinasi dengan metode partisi menggunakan pelarut n-heksan. Fraksi n-heksan diuji aktivitas antijamur terhadap jamur candida albicans dengan metode difusi agar dengan variasi konsentrasi 2%, 5%, dan 10%. selanjutnya diidentifikasi dengan spetrofotometri UV-VIS dan FTIR untuk menentuan senyawa yang aktif sebagai antijamur. Hasil penelitian menunjukan bahwa fraksi n-heksana daun sirsak memiliki aktivitas antijamur paling tinggi terhadap candida albicans pada konsentrasi 10 % dengan diameter hambat sebesar 23,7 mm yang dikategorikan kuat hasil tersebut lebih besardibandingkan dengan kontrol positif ketokonazol 10% dengan zona hambat sebesar 22,5 mm dan nistatin 10% dengan zona hambat sebesar 15,9 mm. Senyawa yang diduga memiliki aktivitas antijamur dari fraksi n-heksana daun sirsak adalah senyawa terpenoid. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi ilmiah kepada masyarakat tentang manfaat daun sirsak sebagai pengobatan alternatif untuk mengatasi infeksi jamuryang disebabkan oleh jamur Candida albicans.
Copyrights © 2019