Borneo Journal Of Pharmascientech
Vol 2 No 1 (2018): Borneo Journal of Pharmascientech

ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA PENGOBATAN PENGGUNAAN SEFOTAXIM DAN SEFTRIAXON PADA PASIEN DEMAM TIFOID ANAK RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG COST EFFECTIVENESS COMPARISON OF CEFOTAXIM AND CEFTRIAXONE IN CHILDREN WITH TYPOID FEVER IN SULTAN AGUNG ISLAMIC HOSPITAL SEMARANG

Abdur Rosyid (Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang)
Arifin Santoso (Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang)
Ivon Tanjung Andriani (Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang)



Article Info

Publish Date
17 Apr 2018

Abstract

ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA PENGOBATAN PENGGUNAAN SEFOTAXIM DAN SEFTRIAXON PADA PASIEN DEMAM TIFOID ANAK RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG COST EFFECTIVENESS COMPARISON OF CEFOTAXIM AND CEFTRIAXONE IN CHILDREN WITH TYPOID FEVER IN SULTAN AGUNG ISLAMIC HOSPITAL SEMARANG Abdur Rosyid *, Arifin Santoso, Ivon Tanjung Andriani Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang * rosyid@Unissula.ac.id ABSTRAK Demam tifoid adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh Salmonella typhi yaitu bakteri enterik Gram negatif, dan bersifat pathogen pada manusia. Penggunaan obat antibiotik golongan sefalosporin generasi ketiga yang digunakan adalah sefotaxim dan seftriaxon. Antibiotik golongan sefalosporin memiliki mekanisme kerja yang sama dengan antibiotik golongan penisilin, yaitu menghambat sintesis dinding sel bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pengobatan dan efektivitas biaya yang lebih murah antara sefotaxim dan seftriaxon pada pengobatan demam tifoid. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui cost effective dari pengobatan sefotaxim dan seftriaxon pada pasien demam tifoid yang ditinjau pada lama rawat inap di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan retrospektive melalui penelusuran rekam medik pasien yang menggunakan perhitungan ACER (Average Cost-Effectiveness Ratio). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh biaya obat pasien yang menggunakan sefotaxim sebesar Rp.25.909/hari dengan lama rawat inap 4,93 hari, maka total biaya langsung medis yang dikeluarkan pasien sebesar Rp.1.454.974,- sedangkan biaya obat pasien menggunakan seftriaxon sebesar Rp.55.956/hari dengan lama rawat inap 4,23 hari, maka total biaya langsung medis yang dikeluarkan pasien sebesar Rp.1.340.194,-. Pengobatan menggunakan antibiotik Sefotaxim pada pengobatan demam tifoid anak di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang lebih Cost Efectiveness di bandingkan menggunakan antibiotik Seftriakson. Kata Kunci : Analisis Efektivitas Biaya, Sefotaxim, ACER, Demam Tifoid,

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

borneo

Publisher

Subject

Chemistry Health Professions Immunology & microbiology Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Borneo Journal of Pharmascientech merupakan jurnal resmi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Lestari. Jurnal memuat naskah hasil penelitian dan artikel review bidang kefarmasian, meliputi farmasi klinik, manajemen & farmasi sosial, farmasi bahan alam, teknologi sediaan farmasi dan lain-lain. Naskah ...