Abdur Rosyid
Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERBANDINGAN LAMA RAWAT INAP PENGOBATAN DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK-ANAK MENGGUNAKAN OBAT SUPORTIF YANG MENGANDUNG EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava Linn.) DAN OBAT IMUNOMODULATOR COMPARATIVE LONG HOSPITALIZATION TREATMENT TO THE CHILDREN USING SUPPORTIVE MEDICINE CONTAINING EXTRACT OF GUAJAVA LEAVES (Psidium guajava Linn.) AND IMMUNOMODULATORY MEDICINE Abdur Rosyid; Willi Wahyu Timur; Pramadevi Almira Minerva Vania
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 1 No 2 (2017): Borneo Journal of Pharmascientech
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Lestari Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PERBANDINGAN LAMA RAWAT INAP PENGOBATAN DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK-ANAK MENGGUNAKAN OBAT SUPORTIF YANG MENGANDUNG EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava Linn.) DAN OBAT IMUNOMODULATOR COMPARATIVE LONG HOSPITALIZATION TREATMENT TO THE CHILDREN USING SUPPORTIVE MEDICINE CONTAINING EXTRACT OF GUAJAVA LEAVES (Psidium guajava Linn.) AND IMMUNOMODULATORY MEDICINE Abdur Rosyid 1) *, Willi Wahyu Timur 1), Pramadevi Almira Minerva Vania 1) 1) Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang * email : rosyid@unissula.ac.id ABSTRAK Indonesia dimasukkan dalam kategori “A” dalam stratifikasi Demam Berdarah Dengue (DBD) oleh World Health Organization (WHO) yang mengindikasikan tingginya angka perawatan rumah sakit dan kematian akibat DBD, khususnya pada anak. Penyebab umumnya adalah menurun nya kadar trombosit dalam tubuh dan menurunya sistem imun dalam tubuh. Salah satu penanganannya yaitu dengan terapi suportif yaitu obat imunomodulator dan obat yang mengandung ekstrak daun jambu biji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan lama rawat inap pengobatan dengan kedua obat tersebut di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian ini diambil dari catatan medik rawat inap di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang periode Agustus 2014-Agustus 2016, analisa data menggunakan uji T-test dan analisis data hubungan dengan Chisquare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 42 sampel lama rawat inap pasien dengan obat imunomodulator adalah 4,78 ± 1,47 hari, kenaikan trombosit adalah 73,07 ± 66,06 dan obat yang mengandung ekstrak daun jambu biji adalah 5,00 ±1,27, kenaikan trombosit 28,60 ± 59,27. Lama rawat inap pasien demam berdarah dengue rata-rata 4-5 hari. Tidak berbedasignifikan lama rawat inap dan kenaikan trombosit pada pasien DBD yang menggunakan terapi suportif imunomodulator dan extrak daun jambu biji Kata Kunci : Lama rawat inap, demam berdarah dengue, DBD, imunomodulator, ekstrak daun jambu biji, trombosit ABSTRACT Borneo Journal of Pharmascientech, Vol 01, No. 02, Tahun 2017 ISSN- Print. 2541 – 3651 ISSN- Online. 2548 – 3897 Research Article Indonesia is included “A” category in the Dengue Hemorrhagic Fever by The World Health Organization (WHO) that indicated the high of hospital care and death of Dengue Hemorrhagic Fever, especially for the children. The general causes of dengue hemorrhagic fever are the lower of trombosit in the body and the lower of imune in the body. One of the treatments is by supporty theraphy that is immunomodulator medicine and medical contains of guava extract leaf. This reseach has aim to know the comparative long hospitalization treatment with both medicines in Sultan Agung Islamic Hospital in Semarang. The kind of reseach used observasional analitic by the retrospective approach. The sampel ofthis reseach is taken from the inpatient medical record in Sultan Agung Islamic Hospital in the periode of August 2014-August 2016 that have filled the inclusive and exclusive criteria, the data analize uses a T-Test and the data analize of both medicines relation uses Chi-square. The result of this reseach shows that from 42 sampel, are gotten from the long hospitalization with immunomodulator medicine are 4.78 ± 1.47 days, its trombosit increase are 73.07 ± 66.06 and medical contains of guava extract leaf are 5.00 ±1.27, its trombosit increase are 28.60 ± 59.27. The long hospitalization of dengue hemorrhagic fever patient is about 4-5 days. There are no significant and relation differences between the medicines with the long hospitalization and trombosit. Key words : long hospitalization, Dengue Hemorrhagic Fever, DHF, immunomodulator medicine, medical contains of guava extract leaf.
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA PENGOBATAN PENGGUNAAN SEFOTAXIM DAN SEFTRIAXON PADA PASIEN DEMAM TIFOID ANAK RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG COST EFFECTIVENESS COMPARISON OF CEFOTAXIM AND CEFTRIAXONE IN CHILDREN WITH TYPOID FEVER IN SULTAN AGUNG ISLAMIC HOSPITAL SEMARANG Abdur Rosyid; Arifin Santoso; Ivon Tanjung Andriani
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 2 No 1 (2018): Borneo Journal of Pharmascientech
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Lestari Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA PENGOBATAN PENGGUNAAN SEFOTAXIM DAN SEFTRIAXON PADA PASIEN DEMAM TIFOID ANAK RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG COST EFFECTIVENESS COMPARISON OF CEFOTAXIM AND CEFTRIAXONE IN CHILDREN WITH TYPOID FEVER IN SULTAN AGUNG ISLAMIC HOSPITAL SEMARANG Abdur Rosyid *, Arifin Santoso, Ivon Tanjung Andriani Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang * rosyid@Unissula.ac.id ABSTRAK Demam tifoid adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh Salmonella typhi yaitu bakteri enterik Gram negatif, dan bersifat pathogen pada manusia. Penggunaan obat antibiotik golongan sefalosporin generasi ketiga yang digunakan adalah sefotaxim dan seftriaxon. Antibiotik golongan sefalosporin memiliki mekanisme kerja yang sama dengan antibiotik golongan penisilin, yaitu menghambat sintesis dinding sel bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pengobatan dan efektivitas biaya yang lebih murah antara sefotaxim dan seftriaxon pada pengobatan demam tifoid. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui cost effective dari pengobatan sefotaxim dan seftriaxon pada pasien demam tifoid yang ditinjau pada lama rawat inap di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan retrospektive melalui penelusuran rekam medik pasien yang menggunakan perhitungan ACER (Average Cost-Effectiveness Ratio). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh biaya obat pasien yang menggunakan sefotaxim sebesar Rp.25.909/hari dengan lama rawat inap 4,93 hari, maka total biaya langsung medis yang dikeluarkan pasien sebesar Rp.1.454.974,- sedangkan biaya obat pasien menggunakan seftriaxon sebesar Rp.55.956/hari dengan lama rawat inap 4,23 hari, maka total biaya langsung medis yang dikeluarkan pasien sebesar Rp.1.340.194,-. Pengobatan menggunakan antibiotik Sefotaxim pada pengobatan demam tifoid anak di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang lebih Cost Efectiveness di bandingkan menggunakan antibiotik Seftriakson. Kata Kunci : Analisis Efektivitas Biaya, Sefotaxim, ACER, Demam Tifoid,