Pengelolaan sampah merupakan salah satu masalah besar yang selalu dihadapi diperkotaan, terutama di daerah yang padat penduduk. Dalam penanganannya,baik dari segi kuantitas maupun kualitas cenderung tidak seimbang. Di KotaMedan, masalah sampah merupakan salah satu masalah mendesak yang harussegera diatasi. Pada tahun 2019, Medan mendapat predikat KementerianLingkungan Hidup sebagai kota terkotor. Kajian yang didapat dari KementerianLingkungan Hidup diantaranya, pengelolaan TPA yang masih kurang baik. Halinilah yang mendasari kami untuk melaksanakan program-programpendampingan dan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka penguatanekonomi keluarga berbasis pengelolaan sampah rumah tangga pada ibu rumahtangga Gelugur Darat I Kota Medan. Kegiatan pengabdian masyarakatditujukan untuk; 1). Membantu pembentukan kelompok pengelolaan sampahrumah tangga berbasis masyarakat, guna meningkatkan kapasitas masyarakatdalam mengelola sampah organik yang bersumber dari sampah rumah tangga.2). Memberikan motivasi dan pengetahuan tentang potensi ekonomi daripemanfaatan dan pengelolaan sampah rumah tangga, sehingga diharapkan tidakhanya dapat mengurangi dampak pencemaran lingkungan, tetapi dapatmembantu perekonomian masyarakat sekitar. 3). Memberikan pelatihanpenggunaan keranjang Takakura untuk mengolah kembali sampah organikmenjadi kompos, agar lebih produktif dalam menangani permasalahan dilingkungannya sebagai peluang ekonomi. Sasaran kegiatan ini adalah 42 iburumah tangga Desa Glugur Darat I Kecamatan Medan Timur dengan metodeceramah dan demonstrasi. Hasil kegiatan pelatihan dapat dikatakan berhasildilihat berdasarkan komponen-komponen berikut: 1). Keberhasilan target jumlahpeserta pelatihan. 2). Pencapaian tujuan pelatihan. 3). Pencapaian targetmaterial yang direncanakan. 4). Kemampuan peserta dalam menguasai materi
Copyrights © 2020