Ketercapaian dalam melakukan interaksi sosial dipengaruhi oleh daya tutur yang dihasilkan partisipan. Tulisan ini mendeskripsikan daya tutur ilokusi yang terkandung dalam Pesan Waisak yang disampaikan oleh Bhiksu Tadisa Paramita Mahasthaira. Data tulisan ini diperoleh dari sumber kepustakaan, yakni majalah Harmoni edisi ke-38. Dari hasil analisis data diperoleh bahwa tindak tutur asertif paling banyak digunakan dalam merealisasikan pesan Waisak tersebut. Selanjutnya, tindak tutur direktif dan deklaratif juga menjadi sarana untuk merealisasikan tujuan penutur. Sementara itu, tindak tutur ekspresif dan komisif tidak ditemukan. Perbedaan kuantitas penggunaan tindak tutur merepresentasikan fenomena alami dari peristiwa tutur sesuai dengan tujuan sosialnya.
Copyrights © 2019