Kegiatan pembelajaran matematika tentu tidak akan terlepas dari masalah matematika. Masalah matematika baru dikatakan masalah bila dalam penyelesaiannya siswa tidak langsung mengetahui jawabannya, tapi membutuhkan waktu untuk berpikir langkah apa yang harus ditempuh untuk menyelesaikan masalah tersebut. Dalam mengajarkan bagaimana memecahkan masalah, beberapa guru atau pendidik matematika mempunyai cara yang berbeda-beda. Berbedanya cara mengajar guru ini merupakan salah satu penyebab siswa kurang tampil dalam menyelesaikan masalah, hal tersebut disebabkan karena ada diantara guru dalam pembelajarannya kadang kala memberikan contoh-contoh bagaimana memecahkan suatu masalah matematika, tanpa memberikan kesempatan banyak pada siswa untuk berusaha menemukan sendiri penyelesaiannya. Hasil wawancara bersama guru yang mengajar mengatakan bahwasanya sampai saat ini pembelajaran yang dilaksanakan masih banyak didominasi oleh guru. Selanjutnya hasil wawancara yang dilakukan dengan beberapa siswa menyatakan bahwa mereka sulit untuk memahami materi pelajaran yang berhubungan dengan kemampuan komunikasi matematika. Maka hal tersebut diduga menyebabkan pencapaian prestasi belajar siswa (peserta didik) rendah. Untuk mengantisipasi masalah ini, guru perlu menerapkan model pembelajaran yang dapat membantu siswa dalam belajarnya, menumbuhkan komunikasi matematika dan minat siswa dalam belajar. Salah satu model pembelajaran yang dapat membantu siswa memecahkan masalah adalah model pembelajaran berdasarkan masalah (Problem Base Learning). Model ini bercirikan penggunaan masalah kehidupan nyata sebagai sesuatu yang harus dipelajari siswa untuk melatih dan meningkatkan kemampuan berfikir kritis dan menyelesaikan masalah, serta mendapat pengetahuan konsep-konsep penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil komunikasi matematika dan respon siswa terhadap model PBL. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas XI di SMA Muhammadiyah. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa model PBL yang sudah di terapkan di kelas XI sangat membantu dalam menyelesaikan masalah matematika karena siswa `diorientasikan pada masalah, mengorganisasikan siswa untuk belajar, membantu penyelidikan siswa, mengembangkan hasil karya, dan menganalisis proses pemecahan masalah. Dari hasil respon siswa mengatakan bahwa mereka senang dengan pembelajaran seperti ini karena dapat mengkomunikasikan ide dalam bentuk simbol matematika, dapat bertukar pikiran dalam kelompoknya dan mereka dapat menyelesaiakn masalah matematika tanpa harus guru yang selesaikan semua, tapi guru sebagai fasilitator.
Copyrights © 2016