Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kepemimpinan kepala sekolah dalam penyelesaian konflik di sekolah. Metode yang digunakan kualitatif, teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dari penelitian ditemukan: kepemimpinan kepala sekolah dalam penyelesaian konflik menganut menganut gaya transformasional dan situasional, sumber konflik tidak transparan dalam laporan keuangan, kinerja guru dan karyawan lemah. Penyelesaian konflik dilakukan dengan analisis masalah dan pengambilan kebijakan secara batton up berdasarkan aspirasi bawahan. Dari hasil penelitian disarankan bahwa agar tidak terjadi masalah dalam pengambilan keputusan maka semua kebijakan hendaknya harus tetap bersumber dari aspirasi guru, siswa, karyawan, komite dan orangtua siswa dan berdasarkan kepentingan sekolah.
Copyrights © 2015