Pelatih sering menghadapi atlet yang sebenarnya mempunyai postur tubuh yang ideal, namun pelatih mengalami kesulitan dalam menanamkan tehnik yang dibutuhkan agar dapat berprestasi. Hal ini karena kurangnya daya pemahaman atlet terhadap instruksi yang diberikan oleh pelatih. Kemampuan atlet dalam hal pemahaman informasi berkaitan dengan kemampuan kognitif yang dimiliki. Faktor ini bisa berfungsi sebagai penggerak atau pengarah pada penampilan atlet. Kemampuan untuk berpikir cepat merupakan cara berpikir kreatif. Berpikir kreatif adalah kemampuan individu dalam menghadapi rintangan serta menemukan cara mengatasinya sehingga mampu mencapai keberhasilan (Stoltz, 2005) yang disebut dengan adversity quotient. Adversity quotient merupakan salah satu faktor psikis yang dapat menunjang prestasi atlet.
Copyrights © 2015