Gempa bumi yang terjadi di Sumatera Barat tahun 2009, telah berpengaruh terhadap rendahnya minat belajar anak-anak korban gempa ini. Hal ini dipengaruhi oleh tidak adanya guru dan pihak sekolah yang memiliki keterampilan dalam memulihkan masalah psikologis anakĀ anak korban gempa tersebut. Gerakan gembira membaca bersama ternyata telah menjadi wadah yang berpotensi dalam memulihkan kondisi psikologis anak-anak korban gempa ini. Hal ini terbukti dengan kembalinya anak-anak korban gempa belajar dengan penuh kesungguhan dan tidak merasakan sekolah sebagai hal yang menakutkan. Sekolah dan guru pun sangat terbantu oleh kegiatan dalam melaksanakan misi pendidikannya. Dengan demikian, gerakan gembira membaca bersama ini perlu diteliti guna mendapatkan pendekatan dan bentuk kegiatan yang efektif untuk menangani masalah psikologis dan minat belajar tersebut. Dalam penelitian ini pengumpulan data dilaksanakan dengan wawacara dan observasi partisipan. Hasil penelitian menemukan gerakan membaca bergembira bersama merupakan Satu kegiatan belajar untuk pemulihan psikologi dengan pendekatan sosial dan alam yang dilakukan secara bersama. Gerakan ini, dikonstruksi berdasarkan pendekatan motivasi MacClellan dan Kluckhon. Pemulihan psikologis untuk mengubah minat dan tindakan. Dalam konteks ini, minat dan tindakan itu diarahkan untuk meningkatkan minat belajar yang down akibat gangguan psikologis. Penelitian ini merekomendasikan agar guru dan pihak terkait memiliki kecakapan dan memperhatikan masalah psikologis anak-anak korban gempa, seperti yang dilakukan oleh gerakan membaca gembira bersama tersebut.
Copyrights © 2011