p-Index From 2021 - 2026
10.104
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Konselor Intiqad: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam Irfani Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender Sosial Budaya Islam Futura Jurnal Al-Tadzkiyyah Episteme: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman Jurnal Pendidikan Agama Islam Al Ishlah Jurnal Pendidikan Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Basicedu HUMANISMA : Journal of Gender Studies Al-Ta'lim Jurnal Dedikasi Pendidikan ISLAM TRANSFORMATIF : Journal of Islamic Studies Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Adaara: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education Mutawasith: Jurnal Hukum Islam Jurnal Akrab (Aksara agar Berdaya) Jurnal Manajemen Pendidikan Dasar, Menengah dan Tinggi [JMP-DMT] Kafa’ah: Journal of Gender Studies LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam INVENTION: Journal Research and Education Studies Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Hakam : Jurnal Kajian Hukum Islam dan Hukum Ekonomi Islam Arfannur: Journal of Islamic Education Tadbiruna: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah) Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) Jurnal Fuaduna: Jurnal Kajian Keagamaan dan Kemasyarakatan HUMANISMA : Journal of Gender Studies Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies Jurnal Basicedu Jurnal Dedikasia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Concept: Journal of Social Humanities and Education Mamangan Social Science Journal Penamas Dewantara: Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora Indonesian Research Journal on Education Journal of Advanced Islamic Educational Management Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan Jurnal Al-Wasith : Jurnal Studi Hukum Islam Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial TOFEDU: The Future of Education Journal Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development Jurnal Bima: Pusat Publikasi Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra FENOMENA: Journal of Social Science BELIEF: Sociology of Religion Journal Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Hakamain: Journal of Sharia and Law Studies International Journal of Islamic Educational Research Bersama : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Kips: Jurnal Kajian Islam Politik dan Sosial Jurnal Kajian Islam Politik dan Sosial
Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI NEGOSIASI KULTURAL YANG MENDAMAIKAN ANTARETNIK DAN AGAMA DI KOTA TANJUNGPINANG Hanani, Silfia
Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman Vol 12, No 1 (2017)
Publisher : IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/epis.2017.12.1.201-230

Abstract

Indonesia merupakan negara multietnik, ras, agama, suku dan seterusnya. Keberagaman ini dapat memicu ketidakharmonisan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, bahkan bisa mengakhiri sejarah suatu bangsa. Hal ini bisa dilihat dari konflik-konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia. Untuk mengatasi dampak negatif tersebut, dibutuhkan kajian-kajian bangunan toleransi lokalitas yang tumbuh dan hidup dalam masyarakat. Tradisi-tradisi lokalitas itu menjadi satu khazanah dalam membangun keharmonisan dalam masyarakat yang multietnis, agama, ras tersebut. Konstruksi-konstruksi keharmonisan ini bisa dilihat dari praktik toleransi lokalitas etnik Melayu dan Cina di Kota Tanjungpinang. Keharmonisan itu dibangun oleh negosiasi-negosiasi kultural yang sudah ditradisikan secara langsung atau tidak langsung. Tradisi-tradisi kultural lokalitas itu patut dijaga dan dikembangkan secara terus-menerus sehingga negara yang dihuni oleh keberagaman ini bisa menemukan model toleransi sesuai dengan lokalitas-lokalitasnya sendiri karena dalam lokalitas yang dimiliki itu ada kearifan yang bisa menyatukan dan berguna bagi masyarakat untuk membangun kehidupan yang harmonis.Indonesia is a multiethnic country, race, religion, tribe, etc. This diversity can trigger disharmony in the life of nation and state, and even terminate the history of a nation. It can be seen from the conflicts occur in the world. In order to overcome the negative impact, it takes a study of locality tolerances which arise and live in society. The locality traditions become a treasure in establishing harmony in a multiethnic, religious, racial society. These charismatic constructions can be seen from the practical tolerance of Malay and Chinese ethnicity in Tanjungpinang; the harmony is built by cultural negotiations that have been applied directly or indirectly. The locality of cultural traditions should be maintained and developed continuously so that the country in habited by this diversity can find a model of tolerance in accordance with its own locality, because in the locality possessed by, there is wisdom that can unite and useful for the community to build a harmony of life. 
NEGOSIASI WAKTU DAN PEKERJAAN RUMAH TANGGA DALAM MASYARAKAT PETANI DI KOTO BARU KECAMATAN X KOTO TANAH DATAR Silfia Hanani; Susi Ratna Sari
SOCIUS Vol 5 No 1 (2018): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri Pa
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scs.v5i1.86

Abstract

Perempuan dalam menjaga kelangsungan rumah tangganya, telah melakukan berbagai strategis dan kebijakan-kebijakan terutama terlihat dari perempuan yang berkerja di sektor publik, seperti perempuan yang terlibat dalam pertanian.Perempuan harus melakukan negosiasi-negosiasi dengan waktu dan pekerjaan sehingga peran dan fungsinya dalam keluarga bisa berjalan dalam keseimbangan.Negosiasi-negosiasi dengan waktu itu sangat menentukan terhadap survivenya rumah tangga dalam menghadapi berbagai tantangan dan kompetisi matrialisme.Perempuan yang terlibat dalam pertanian, telah melakukan negosiasi waktu dalam bentuk random, sesuai dengan kebutuhan keluarga dan berencana.Negosiasi itu, pada kenyataannya telah memberikan kontribusi terhadap kelangsungan sebuah keluarga yang harmonis di kalangan perempuan petani.
RUHANA KUDDUS PELOPOR GERAKAN ENTERPRENEUR PEREMPUAN DI MINANGKABAU Silfia Hanani
Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender Vol 19, No 1 (2020): Marwah
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/marwah.v19i1.9619

Abstract

Ruhana Kudus is one of the developer of women’s economic movement in Minangkabau in colonial era. One of the movement is establish an economic organization which can motivate the women to have entrepreneur spirit. The economic organization that established by Ruhana Kuddus is Amai Setia handicraft. In this organization, the women get guidance to make many handicrafts that earn and run the economy, then those handicrafts will be sold in the market. The profit of the handcraft selling will be used as women prosperity strengthening and also as one of the helper in running life at economic section. The  Economic activities that established by Ruhana Kuddus is in handcraft skill, so it mastered by the women, then it becomes one of house hold trading that still exist till now. 
ROHANA KUDUS DAN PENDIDIKAN PEREMPUAN Silfia Hanani
Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender Vol 10, No 1 (2011): Marwah
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/marwah.v10i1.484

Abstract

Rohana Kudus is a woman combatant from Minangkabau. She never went to school and only learning by self-educatedly. Even though, her struggle in education have started since childhood. She struggled for the woman education until she died. She struggeled not only through the education instituation but also through the newspaper. The act of Rohana in woman education can be seen trought the founding of Kerajinan Amai Setiia School in Koto Gadang Bukittinggi. In journalist, Rohana is noted as the first journalist woman in Indonesia and founded the newspaper for woman in her home town. She ever invited by the Dutch governance to came to Amstardam, but it was rejected, because she was not able to fight against the cultural construrction which did not permit woman to be active in polict. Finally, Rohana decided to remain her struggle for woman tthrough the journalist and education until she died.
KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA MELALUI PENDEKATAN INSTITUSI LOKAL DAN FORMAL Silfia Hanani
Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender Vol 9, No 1 (2010): Marwah
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/marwah.v9i1.471

Abstract

Many factors influence the increasing of domestic violence. They are economics, cultural, the limitation of society knowledge about domestic violence, and the limitation of available formal institution as the place of termination of domestic violence cases. The limitation of the formal institution can be understood, because it relates to the formal problem which is arranged by state, so that, the formal institution cannot be expected fully becomes a place of overcoming it. Considering the cases of domestic violence can be happened in all society, hence, the nearest institution with the society is the local institution where that society resides in. This institution can be in the form of custom institution. Therefore, it can be one of the alternatives in overcoming cases of domestic violence.
ECONOMIC ACTIVITIES IN A MATRILINEAL CULTURE: A CASE STUDY OF THE TRAVELING MARCHANT IN MINANGKABAU VILLAGES IN INDONESIA Silfia Hanani; Delvi Wahyuni
Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender Vol 12, No 2 (2013): Marwah
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/marwah.v12i2.517

Abstract

This paper seek to highlight economic activities in a matrilineal culture. Matrilineal cultural system has given enormous privileges forMinangkabau women. They have the right to manage the communal property. As the result, the practice of this culture promotes economic independence amongs Minangkabau people. There are three typical characteristics enclosed to this ethnic. First, Minangkabau people are keen practitioners of merantau (going overseas/leaving native places) tradition. Second, Islam is this ethnic official religion and the third, this ethnic practices matrilineal cultural system. This paper observes the activities ofMinangkabau women who travel from one to other traditional markets as merchants which begins to gain popularity as a profession for Minangkabau women in the outset of Asian 1997 monetary crisis. Sikaladi was chosen as the research location of this study. Sikaladi is a jorong (a sub village) within the nagari of Pariangan The result show that, traveling as merchants can be promulgate as a semi-merantau activity. Those women leave their village on the basis and return in the same day. Currently, it has been noted that there are 69 woman traveling merchants in this jorong which means 40%of the overall women population of the jorong are traveling merchants. This situation suggests that these women involvement in economic activities has saved the course of their family from the disastrous storm of the 1997 monetary crisis. Further, it reduces the degree of poverty in this region. Most importantly, it also reduces the number of unemployment among women of productive age in Sikaladi.
TRADISI ULAMA TRANSFORMATIF MINANGKABAU DALAM MEMBANGUN PENDIDIKAN KARAKTERISTIK BERBASIS RESPONSIF TEOLOGIS DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENGUATAN MORALITAS Silfia Hanani
Sosial Budaya Vol 12, No 2 (2015): Juli - Desember 2015
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v12i2.1939

Abstract

Minangkabau is one of the ethnic groups in Indonesia where local social context strongly influenced by social designs built by scholars as one of the local elite, as scholars here plays a big build community through the code of conduct characteristic of a responsive approach to theological education. Theological responsive characteristics was described by scholars transformative, the scholars who controlled sociological lokas that the presence of religion that feels as responsive theological moral values and religious teachings can be internalized in the social life of the community. Theological responsive it is basically inherent in the educational characteristics established by scholars in educational institutions surau as initial educational institutions for the Minangkabau. Responsive theological scholars characteristics of transformative education, the scholars not just spreading the ideas to change society and the individual, but also a prominent cleric transformative reference, so that the cleric was an icon morality. In the present condition of national morality, the role of the ulama transformative theological education responsive characteristics, be an alternative to improve the morality of a nation torn apart again, this time because of the moral crisis caused by the loss of educational institutions to internalize the moral values builder it. Cleric transformative Minangkabau with agencies and educational institutions through the development surau responsive characteristics of theological education has obvious positive implications for the development of a civilized moral nation.
STUDI NEGOSIASI KULTURAL YANG MENDAMAIKAN ANTARETNIK DAN AGAMA DI KOTA TANJUNGPINANG Silfia Hanani
Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman Vol 12 No 1 (2017)
Publisher : IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/epis.2017.12.1.201-230

Abstract

Indonesia merupakan negara multietnik, ras, agama, suku dan seterusnya. Keberagaman ini dapat memicu ketidakharmonisan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, bahkan bisa mengakhiri sejarah suatu bangsa. Hal ini bisa dilihat dari konflik-konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia. Untuk mengatasi dampak negatif tersebut, dibutuhkan kajian-kajian bangunan toleransi lokalitas yang tumbuh dan hidup dalam masyarakat. Tradisi-tradisi lokalitas itu menjadi satu khazanah dalam membangun keharmonisan dalam masyarakat yang multietnis, agama, ras tersebut. Konstruksi-konstruksi keharmonisan ini bisa dilihat dari praktik toleransi lokalitas etnik Melayu dan Cina di Kota Tanjungpinang. Keharmonisan itu dibangun oleh negosiasi-negosiasi kultural yang sudah ditradisikan secara langsung atau tidak langsung. Tradisi-tradisi kultural lokalitas itu patut dijaga dan dikembangkan secara terus-menerus sehingga negara yang dihuni oleh keberagaman ini bisa menemukan model toleransi sesuai dengan lokalitas-lokalitasnya sendiri karena dalam lokalitas yang dimiliki itu ada kearifan yang bisa menyatukan dan berguna bagi masyarakat untuk membangun kehidupan yang harmonis.Indonesia is a multiethnic country, race, religion, tribe, etc. This diversity can trigger disharmony in the life of nation and state, and even terminate the history of a nation. It can be seen from the conflicts occur in the world. In order to overcome the negative impact, it takes a study of locality tolerances which arise and live in society. The locality traditions become a treasure in establishing harmony in a multiethnic, religious, racial society. These charismatic constructions can be seen from the practical tolerance of Malay and Chinese ethnicity in Tanjungpinang; the harmony is built by cultural negotiations that have been applied directly or indirectly. The locality of cultural traditions should be maintained and developed continuously so that the country in habited by this diversity can find a model of tolerance in accordance with its own locality, because in the locality possessed by, there is wisdom that can unite and useful for the community to build a harmony of life. 
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MUSLIM KEPULAUAN DENGAN PENGUATAN ACHIEVEMENT MOTIVATION UNTUK MENGATASI PRILAKU HEDONISME DALAM MASYARAKAT DENDUN KECAMATAN MANTANG KEPULAUAN BINTAN Yanti Elvita; Silfia Hanani; Helfi Helfi
HUMANISMA : Journal of Gender Studies Vol 2, No 1 (2018): Januari - Juni 2018
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.418 KB) | DOI: 10.30983/jh.v2i1.810

Abstract

Dendun merupakan salah satu desa di kecamatan Mantang Kepulauan Bintan Provinsi Kepulauan Riau. Jumlah pendudukanya pada tahun 2014 sebanyak 1035 jiwa dengan rincian laki-laki 656 orang dan perempuan 470 orang dengan jumlah Kepala Keluarga sebanyak 273. Semua penduduk beragama Islam dan hanya ada satu masjid sebagai tempat ibadah masyarakat di desa ini.Dendun terdiri dari satu dusun, 2 RW dan 6 RT dengan luas wilayahnya 18 km2 dataran dan 67 km2 lautan.  Satu-satunya akses  transportasi ke desa ini adalah dengan transportasi laut dengan kapal kecil nelayan. Mata pencaharian secara mayoritas adalah sebagai nelayan, dengan penghasilan yang beragam mulai dari yang terendah Rp.85.000 sampai Rp.300.000,- perhari. Kota yang paling dekat dengan desa ini adalah kota Tanjung Pinang ibu kota dari Provinsi Kepulauan Riau, setiap hari ada satu kali kapal kecil pulang pergi kekota ini. Dari segi pendidikan, masyarakat Dendun masih memiliki tingkat pendidikan rendah dan sampai tahun 2015 ini belum ada penduduk Dendun yang sarjana. Masyarakat Dendun memiliki sala satu tradisi gaya hidup konsumerisme, yakni ada tradisi untuk menghabiskan tabungan pada waktu-waktu tertentu kekota, tradisi tersebut sudah berlangsung turun temurun. Saat turun ke kota itu, masyarakat Dendun tanpa perimbangan mengeluarkan uang mereka, mereka menghabiskan tabungannya dan pergi kekota untuk kepentingan tradisi ini merupakan prestise tersendiri bagi yang melakukannya. Tradisi ini mengalahkan orientasi masyarakat, sehingga mereka tidak mampu menyekolahkan anaknya pada jenjang yang lebih tinggi. Untuk menganggulangi prilaku tersebut, maka masyarakat Dendun perlu mendapatkan motivasi untuk berorientasi masa depan, salah satunya dengan melakukan apa yang disarankan oleh Mc Clelland dengan menebarkan virus need of achievement. Pembedayaan ini dilakukan untuk itu dengan mengembangkan program-program need of achievementmemotivasi dampingan untuk produktif.
Kebijakan dan Politik Hukum Nasional Tentang Air Susu Ibu di Indonesia Perspektif Hukum Islam Muklisin Muklisin; Alaidin Koto; Silfia Hanani; Jumni Nelli
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 8 No 1 (2021): (April 2021)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/nuris.v8i1.264

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi terpenting bahkan merupakan makanan utama bagi bayi dimana tidak akan ada yang dapat menggantikan. Gerakan untuk memberikan ASI eksklusif dinilai masih kurang menggema dan minim dukungan dari banyak pihak. Padahal, pemerintah telah membuat peraturan yang menjamin hak anak untuk mendapatkan ASI seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan, dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 33 Tahun 2012 Tentang ASI Eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : a) Bagaimana kebijakan pemerintah terkait pemberian Air Susu Ibu (ASI); b) Bagaimana dampak Air Susu Ibu (ASI) pada kehidupan keluarga; C) Bagaimana kajian hukum keluarga Islam terkait pemberian Air Susu ibu (ASI) ?. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan yang digunakan adalah bersifat deskriptif – kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan : 1) Kebijakan Pemerintah Terkait Air Susu Ibu (ASI) bahwa Pemerintah telah membuat peraturan yang menjamin hak anak untuk mendapatkan ASI seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 33 Tahun 2012 tentang ASI eksklusif. 2) Dampak Air Susu Ibu (ASI) pada kehidupan keluarga yaitu pertama, Air Susu Ibu (ASI) dapat menurunkan angka kematian bayi. Kedua, Air Susu Ibu (ASI) eksklusif dalam hal ini dapat mewujudkan kesejahteraan pada anak-anak. Ketiga, dapat meningkatkan status kesehatan pada ibu dan bayi. Kempat, dapat menghemat pengeluaran rumah tagga. Kelima, dapat menumbuhkan teladan cinta kasih dan kemanusiaan pada orangtua dan anaknya. 3) Tinjauan hukum Islam mengenai hak menyusui bagi seorang ibu. Dimana para fuqaha sepakat bahwa menyusui anak itu hukumnya wajib bagi seorang ibu, karena nanti hal itu akan ditanyakan di hadapan Allah SWT.
Co-Authors Abdurrahman Abdurrahman Aisyah Syafitri Akmal Hadi Al faruq, Muhammad Afif Alaidin Koto Aldian, Elsa Alfiandrizal Alfiandrizal Alfin, Aidil Ali Mustopa Yakub Simbolon Ali Rahman Almuarif Almuarif Anas, Iqbal Andy Riski Pratama Anggi Fitria Arman Husni Atika Prihatini Bashori Bashori BRANSIKA, DIEN MUHAMMAD ISMAL Bt. Abdul Manaf, Azima Dafizki, Ashlih Dedi Efendi Delvi Wahyuni Devi, Indra Dilla Gusti Elfira Dina Sri Mulyani Doni, M. Eefendi, Darno Eka Srimulyani Eliwatis Eliwatis Elvy Gustina Fadilah, Rahmi Fauzah Nur Aksa Febri Wandha Putra Firdaus Firdaus Fitrah Qalbina Syahril Friyadi, Rio Fuad, Rahmad Gazali Gazali Hayati, Syarifatul Helfi, Helfi - Hendri Hendri Hendri, Novi Hermawati Hermawati, Hermawati Hilma Pami Putri Indra Devi Irsyadul Ubad Irwan Syah Iswantir M Jasmienti, Jasmienti Juanda, Muhamad Aldi Jumni Nelli Jumni Nelli Junaidi Junaidi Khairan, Ihsan Khairani Rahmaditha Khairunnas Rajab Khamim, Siti Koto, Alaidin Kunalan Kuriaya Kuriaya, Kunalan Kurnia Mira Lestari Lailal Amna Latif, Hadi Limilia, Putri Lova, Roza Andria Lubis, Khadijah M. Yusuf Marizal Putra, Roni Meldianto, Redni Putri Milda Muliati Mimi Lasmita Mira Febrina, Mira Mohd Noor, Ahmad Yunus bin Muaddyl Akhyar Muhamad Iqbal Muhamad Iqbal Muhammad Irsyad MUHAMMAD TAUFIK Muhiddinur Kamal Muhiddinur Kamal Muklisin Muklisin Muklisin, Muklisin Mulia, Ezi Murni, Yenti Naharuddin Naharuddin Neka Zulwiddi Nelmaya, Nelmaya Nelmaya, Nelmaya Nindia Mirwanti Nofri Andy N Nofri Andy N Nofrianti Putri Utami Nofrianti Putri Utami Nur Indri Yani Harahap Nur Indri Yani Harahap Nurfarida Deliani Nurfarida Deliani Pahutar, Elisah Paulina Virgianti Pranita, Elsy Pratiwi, Desi Dwi Prihatini, Atika Prima Dini Susanti Putri, Yesi Eka Rahmalina Rahmalina Rahman, Ali Rahman, Ali Rahmana, Sitto Ramadhoni Aulia Gusli Rara Anggraini Redni Putri Meldianto Redni Putri Meldianto Ridha Ahida Ridha, Abdurrasyid Riko Anas Ritonga, Pitriani Sabastian, Aleena Sarwan, Sarwan Sayuti, Lalu Simbolon, Ali Mustopa Yakub Siregar, Nuryanti Suharjo Suharjo Sumarni, Weni Susanda Febriani Susi Ratna Sari, Susi Ratna Syafitri, Aisyah Syafitri, Dian Syafwan Rozi Syawaluddin Syawaluddin Ubad, Irsyadul Ulmadevi, Ulmadevi Ulya, Zakiyah undang sakti rangkuti Widia, Siska Mona Yaldi, Yusri Yanti Elvita Yanti, Ira Yasmansyah, Yasmansyah Yuliana, Diva Dwi Yusra Zain, Najmal Hadi Zakir, Adillah El Zakir, Supratman Zulfani Sesmiarni Zulfani Sesmiarni