Latar belakang masalah pada penelitian ini adalah kemampuan berpikir kritis matematis di Indonesia yang masih tergolong sangat rendah atau dibawah rata-rata. Diprediksi bahwa pembelajaran dengan pendekatan BBL dapat membantu siswa mempengaruhi kemampuan berpikir kritis matematis. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Menganalisis perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang menggunakan pembelajaran dengan pendekatan BBL dan pembelajaran konvensional ditinjau dari keseluruhan dan perbedaan gender; 2)Melihat aktivitas siswa terhadap respon pembelajaran matematika dengan pendekatan BBL. Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini merupakan Metode Campuran (Mixed Method) tipe Embedded Design dengan jenis Embedded Experimental Model. pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, sampel yang terpilih adalah kelas VIII-E sebagai kelas ekserimen dan kelas VIII-B sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah instrumen tes yaitu tes kemampuan berpikir kritis matematis dan instrumen non tes yaitu lembar observasi. Pokok bahasan yang disajikan sebagai bahan materi adalah SPLDV. Hasil penelitian ini adalah: (1) Kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang menggunakan pembelajaran dengan pendekatan BBL lebih baik dari pada siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional ditinjau dari keseluruhan dan perbedaan gender, (2) 2) Dalam pembelajaran dengan pendekatan Brain based learning siswa terlihat aktif dalam pembelajaran matematika.
Copyrights © 2017