Seri FilsafatTeologi Widya Sasana
Vol. 26 No. 25 (2016)

Problem Kemurah-Hatian Dan Belas Kasih Sebagai Indikator Hidup Jemaat (Berdasarkan Konteks Hidup St. Agustinus)

Antonius Denny Firmanto (Unknown)



Article Info

Publish Date
20 Nov 2020

Abstract

Murah hati dan belas kasih yang terwujud dalam ekspresi peng- ampunan merupakan landasan dari sebuah persekutuan hidup. Pengampunan sendiri bisa terwujud ketika kerendahan hati menjadi ungkapan hidup dari mereka yang menjadi anggota komunitas. Dalam situasi konkrit, berkenaan dengan hal ini, Petrus pernah menanyakan: “Berapa kali aku harus mengampuni? Tujuh kali?” Pertanyaan itu dapat dijabarkan ke dalam pertanyaan: “Berapa kali aku harus bermurah hati dan berbelas kasihan? Tujuh kali?” Atas pertanyaan ini, jawaban Yesus kiranya tetap sama: “Tujuh puluh kali tujuh kali”. Paparan berikut ini berisi tiga hal. Hal yang pertama adalah konsep Agustinus (354-430) berkenaan dengan persekutuan hidup. Hal yang kedua adalah tiga peristiwa yang mempengaruhi hidup dan pemikiran Agustinus berkenaan dengan kemurah-hatian dan belas kasih sebagai rahmat. Hal yang ketiga adalah implementasi pemikiran Agustinus di dalam konteks kehidupan masa kini.

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

serifilsafat

Publisher

Subject

Religion Arts Humanities Education Social Sciences

Description

Seri Filsafat Teologi Widya Sasana focuses on philosophical and theological studies based on both literary and field researches. The emphasis of study is on systematic attempt of exploring seeds of Indonesian philosophy as well as contextualization and inculturation of theology in ...