Seri FilsafatTeologi Widya Sasana
Vol. 26 No. 25 (2016)

Sulitnya Mengampuni Dan Sukacita Pengampunan

Berthold Anton Pareira (Unknown)



Article Info

Publish Date
20 Nov 2020

Abstract

PENGAMPUNAN termasuk salah satu tema yang berat. Beratkarena kita hidup dalam dunia yang sulit mengampuni. Kita sendiri mungkinsulit mengampuni kesalahan sesama kita. Sulitnya mengampuni merupakanpengalaman banyak orang dan kiranya tidak perlu diberikan data-datanyadi sini. Ada pengalaman-pengalaman yang amat memedihkan sepertipengkhianatan dalam cinta dan persahabatan, kebencian dan kekerasan,pemerkosaan, penghinaan dan masih banyak lagi. Semuanya itu bisamembawa dampak yang luar biasa pada jiwa manusia. Bagaimana sayabisa mengampuni orang yang telah melakukan hal itu terhadap saya atauterhadap orang-orang yang paling saya cintai?Kitab Suci sendiri telah memberi kesaksian tentang hal sulitnyamengampuni itu. Ada dua teks dalam Perjanjian Baru yang memberi kesaksiantentang hal ini. Keduanya terdapat dalam perumpamaan Tuhan Yesus. Yangpertama, dalam perumpamaan tentang hamba yang tidak tahu mengampuni(Mat 18:20-35) dan kedua, dalam perumpamaan tentang anak yang hilang(Luk 15:11-32). Tujuan tulisan ini ialah merenungkan kedua perumpamaanini dan mendalami artinya bagi Gereja dewasa ini.

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

serifilsafat

Publisher

Subject

Religion Arts Humanities Education Social Sciences

Description

Seri Filsafat Teologi Widya Sasana focuses on philosophical and theological studies based on both literary and field researches. The emphasis of study is on systematic attempt of exploring seeds of Indonesian philosophy as well as contextualization and inculturation of theology in ...