Pembicaraan mengenai kebahagiaan (dan demikian juga mengenaipenderitaan) sebagai pengalaman insani merupakan hal yang sangat lumrah.Kelumrahan itu bisa jadi disebabkan oleh kedekatan, bahkan kesatuannyayang tak terceraikan dengan hidup sehari-hari manusia. Namun tak mudahmenetapkan dengan serba pasti apa yang merupakan tanda-tanda danukurannya yang kasatmata. Sepertinya segala sesuatunya serba relatif danbersifat subyektif. Mengapa? Sebab “tingkat” kepuasan yang dialami olehseseorang tidak merupakan jaminan bahwa yang lain akan mengalamikepuasan yang sama, jika mengalami hal yang sama.
Copyrights © 2014