Problem yang terjadi pada Industri Migas lebih banyak disebabkan oleh tidak berfungsinya peralatan instrumen. Dari kondisi tersebut diatas, membutuhkan adanya keseriusan dalam mengatasi kerusakan perlatan instrumentasi. Hal ini dilatar belakangi oleh dampak yang mungkin akan terjadi berupa kecelakaan kerja, produksi tidak tercapai, kwalitas tidak memenuhi standar juga akan terjadi shutdown. Pengetahuan dan keterampilan tentang metode bagaimana mengatasi peralatan trouble, sangat dibutuhkan. Untuk menghasilkan metode troubleshooting, setiap pekerja akan melalui serangkaian pengalaman kerja dalam menganalisa permasalahan, sampai pada mengatasi masalah. Dari sini muncul adanya suatu kompetisi yang menuju ke kompetensi dalam usaha mengatasi trouble pada instrumentasi di industri migas. Kendala yang akan terjadi di selesaikan dengan kesiapan perencanaan, biaya, serta memperkecil dampak yang mungkin akan terjadi.
Copyrights © 2017