Penelitian ini dilatar belakangi oleh semakin maraknya penyebaran khabar(hadis) da’if bahkan hadis palsu yang beredar didunia maya yang membuat resah masyarakat karena terlanjur menyakini khabar(hadis) tersebut benar-benar berasal dari Nabi,Saw. Contohnya seperti khabar tentang terjadinya hal-hal yang menakutkan di pertengan bulan suci Ramadhan yang jatuh pada hari jum’at kemaren(05/08/2020).Akan tetapi hal tersebut terbukti salah, namun terlanjur membuat resah masyarakat. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang “kritik hadis dan teori-teori dalam kritik hadis” dengan maksud agar lebih hati-hati dalam menerima dan mempercaiai berita apalagi itu menyankut syariat Islam. Hasil dari penelitian ini yaitu: pertama, orang yang menyampaikan khabar(hadis) tersebut adalah seorang yang adil (Muslim, baligh, berakal, tidak fasiq, dan menjahui muru‘ah), dan merupakan seorang yang d}abt (kredibilitas). Kedua, orang yang menyampaikan khabar(hadis), tidak ditentukan harus berapa, yang penting sudah bisa dipercaya. Meskipun ada yang mensyaratkan minimal harus dua orang sebagaimana dianalogikan dalam persaksian. Ketiga, dalam teori argumentasi dalam kritik, ada kalanya ta’dil (yang memuji) didahulukan atas jarh(yang mencela), dan juga sebaliknya jarh didahulikan atas ta’dil. Keempat, dalam teori kontradiktif(perselisihan) antara al-Jarh} wa al-Ta’d>il, artinya ada kritikus yang mencela sehingga harus ditolak riwayatannya, sementara disisi lain ada kritikus yang memuji atas periwayat sehingga harus diterima riwayatannya.
Copyrights © 2020