Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Vol 2 No 2-1 (2019)

Model Pembelajaran Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Agama Hindu Di STKIP Agama Hindu Amlapura Tahun 2018

I Wayan Gama (STKIP Agama Hindu Amlapura)



Article Info

Publish Date
01 Dec 2019

Abstract

Pendidikan agama Hindu sangat strategis dalam system pendidikan Nasional karena intinya menyasar pengembangan akhlak. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di PT, telah diberlakukan kurikulu KKNI. Proses pembelajaran inspiratif, konstruktif dan dialogis, bisa dilihat dari model pembelajaran yang ditampilkan dosen, yang menginspirasi belajar aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan, untuk membangun kemandirian belajar mahasiswa. Keberhasilan dosen meningkatkan hasil belajar agama Hindu, bertalian dengan factor unsur pendidikan. Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah dapat dirumuskan masalah sebagai berikut : 1) Apa kendala dosen merancang proses pembelajaran inspiratif, konstruktif dan dialogis. 2) Mengapa mahasiswa kurang focus pada pembelajaran. 3) Bagaimana model pembelajaran para dosen pada prodi Pendidikan Agama Hindu tahun akademik 2018/2019. Tujuan Penelitian adalah ; 1. Untuk mendeskripsikan kendala dosen merancang proses pembelajaran inspiratif, konstruktif dan dialogis. 2. Untuk mengetahui tindakan mandiri mahasiswa dalam proses pembelajaran. 3. Untuk mengetahui model pembelajaran dosen progam studi Pendidikan Agama Hindu tahun akademik 2018/2019. Teori yang digunakan untuk pemecahan masalah di atas adalah teori belajar behaviorisme Pavlov, teori kognitif Brunner, teori belajar social dan teori konstruktivisme Pidarta. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data digunakan metode deskriptif kualitatip dengan teknik induksi, deduksi dan argumentasi. Temuan penelitian; dosen kurang variatif penggunaan media pembelajaran. Dalam proses pembelajaran mahasiswa cendrung pasif. Proses belajar dialogis masih kurang, karena pembelajaran konstruktif belum maksimal. Metode mengajar dosen masih berkisar ceramah dan tanya jawab. Mahasiswa belum mandiri dalam belajar. Belum banyak mahasiswa yang berani bertanya. Belum banyak dosen yang merancang pembelajaran yang bersifat inspiratif (ilham) dan konstruktif (bersifat membangun dan memperbaiki). Mahasiswa mengikuti perkuliahan cendrung mendengar, mencatat dan membaca power point dosen.

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

ganaya

Publisher

Subject

Religion Arts Humanities Economics, Econometrics & Finance Education Social Sciences Other

Description

Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora is a journal published by Jayapangus Press which contains the results of research in the field of social sciences and humanities. The purpose of this journal is to publish and disseminate writings in the social sciences and humanities that can contribute to ...