Desa Adat Bugbug sampai saat ini masih melestarikan adat dan budaya leluhur. Hal ini terlihat dalam kegiatan yang berkaitan dengan upacara adat terutama dalam melaksanakan upacara Panca Yadnya. Caru Lantang merupakan salah satu upacara Panca Yadnya yang dilaksanakan umat Hindu di Desa Adat Bugbug. Sesuai dengan namanya Caru ini digelar memanjang di sepanjang jalan desa yang panjangnya empat ratus meter, dilaksanakan sepuluh tahun sekali. Caru Lantang tergolong Caru yang amat langka dan unik, karena dilaksanakan sepuluh tahun sekali memanjang di sepanjang jalan Desa Adat Bugbug. Disamping tergolong langka dan unik, juga belum pernah dilakukan kajian mendalam tentang fungsi dan makna Caru Lantang di desa Adat Bugbug. Berkaitan dengan itu, kajian difokuskan untuk mendeskripsikan fungsi dan makna Caru Lantang di Desa Adat Bugbug tersebut. Penelitian ini menggunakan teknik pendekatan empiris. Jenis penelitian kualitatif, penentuan subjek penelitian purposive sampling. Jenis data digunakan data kualitatif, sumber data primer dan sekunder. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan pencatatan dokumen; serta analisis data deskriptif dengan teknik induksi dan argumentasi. Berdasarkan hasil pembahasan disimpulkan bahwa fungsi Caru Lantang di Desa Adat Bugbug yaitu fungsi religius, edukatif, kebersamaan, pelestarian budaya, sosiologis dan ekologis. Sedangkan makna Caru Lantang di Desa Adat Bugbug yaitu bermakna (1) keseimbangan alam guna terwujudnya keharmonisan, ketenangan dan kedamaian, (2) kemakmuran Desa Adat Bugbug, (3) wujud syukuritas anugerah Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Copyrights © 2019