Secara teologis, dalam setiap agama para pemeluknya ada yang memiliki teologi eksklusif dan adayang memiliki teologi inklusif. Oleh karena itu, kedua kecenderungan ini mengalami naik-turun(fluktuasi), terkadang kecenderungan kelompok eksklusif menguat, dan sebaliknya. Naik turunnyakualitas dua kubu tidak dapat dilepaskan dari faktor-faktor lain; faktor sosial, politik, dan ekonomi disekitar mereka. Artikel ini mencoba untuk memfokuskan kajian pada persoalan tersebut. Penulis berkeyakinan bahwa kedua dimensi tersebutharus dilihat secara bersamaan sebagai faktor dominan dalam melihat fluktuasi kerukunan antar umatberagama sehingga solusi terhadap persoalan hubungan antar umat beragama harus memperhatikanmasalah tersebut.
Copyrights © 2010