Kegiatan keagamaan memiliki kekuatan yang mengagumkan dan sulit ditandingi baik doktrin maupun ideologi yang bersifat profan. Kecendrungan merosotnya penghayatan keagamaan dalam masyarakat modern menjadi petunjuk bahwa penganut keagamaan harus senantiasa membenahi diri agar pesan-pesan pokok dari agama tetap diterima oleh masyarakat. Berdasarkan fokus dan sub fokus penelitian maka dapat dirumuskan sebagai berikut: Bagaimana aktivitas keagamaan masyarakat di Desa Sangkamanik? Bagaimana peningkatan sumber daya manusia di desa Sangkanmanik? serta bagaimana Upaya pemerintah dalam meningkat sumber daya manusia cerdas dan religius?. Sedangkan tujuan yang diharapkan Untuk memperoleh data atau informasi tentang bagaimana aktivitas keagamaan masyarakat di Desa Sangkanmanik. Untuk memperoleh informasi tentang bagaimana meningkatkan sumberdaya manusia yang cerdas dan religius. Untuk memperoleh informasi bagaimana upaya pemerintah dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia yang cerdas dan religius di Desa Sangkanmanik. Metode Penelelitian ini mengunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan Etnografi adalah jenis metode penelitian yang diterapkan untuk mengungkap makna sosio-kultural dengan cara mempelajari keseharian pola hidup dan interaksi kelompok sosio-kultural tertentu dalam ruang atau konteks yang spesifik. Seorang etnografer tak hanya mengamati namun juga berupaya untuk menyatu dalam kehidupan kultural suatu kelompok masyarakat yang diteliti. Selain observasi partisipatoris, wawancara mendalam juga sering kali menjadi bagian dari teknik pengumpulan data studi etnografis. Wawancara ini dilakukan terutama kepada informan kunci yang memiliki peran sosio-kultural signifikan dalam kelompoknya. Bila etnografer meneliti suatu organisasi, maka pemimpin organisasi atau aktor yang senior bisa menjadi informan kunci. Kegiatan keagamaan di Desa sankanmanik sangat semarak baik berbentuk pengajian mingguan, bulanan dan harian, selain itu keagiatan yang dilakukan pada hari raya besar agama islam seperi maulid nabi, Isro mi’roj Nabi, Muharaman serta Aidul fitri dan Aidul Adh. Dan ini bagi kegiatan masyarakat Janglapa selalu merupakan berkah dan dilaksanakana dengan suka cita. Selanjutnya Agar tercapainya sumber daya manusia yang tinggi melalui proses pendidikan yang dikebangkan dalam suatu wadah atau lembaga pendidikan Umum, maupun Pondok Pesantren dan Madrasah. Pemerintah Kabupaten Lebak mengeluarkan Peraturan Daerah Program Magrib Mengaji. Madrasah Diniyah dan kegiatan Pondok Pesantren meyakini ketiga program tersebut bisa menyesuaikan dengan Visi Kabupaten Lebak yang Cerdas dan Religius
Copyrights © 2019