Distribusi
Vol. 4 No. 1 (2016): Distribusi, Maret 2016

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUK KONFLIK KERJA PEGAWAI (STUDI KASUS PADA SAMSAT SE-PULAU LOMBOK)

Zainal Abidin (Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram)
Djoko Suprayetno (Universitas Mataram)
Saprudin Saprudin (Universitas Mataram)



Article Info

Publish Date
29 Jan 2018

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menemukan faktor utama konflik pada kantor SAMSAT di Pulau Lombok. Desain penelitian ini adalah confirmatory research. Responden yang digunakan adalah pegawai SAMSAT sebanyak 181 orang, namun kuesioner yang kembali dan dianalisis 159. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, dengan uji validitas dan reliabilitas. Langkah awal yang dilakukan dengan menguji korelasi, KMO dan Bartlett’s, anti-image correlation dan matrix cmponents rotation.  Faktor konflik yang digunakan data input ada sebanyak 16  variabel, yang relvan membentuk konflik ada 10 antara lain beban kerja, deskripsi pekerjaan, persaingan sumber,ketergantungan pekerjaan, kekaburan bidang tugas, problem status, hubungan sosial, pengambilan keputusan, kebijakan personalia dan perbedaan tujuan. Faktor utama pembentuk konflik adalah deskripsi pekerjaan, persaingan sumber, ketergantungan pekerjaan, kekaburan bidang tugas, problem status, hubungan sosial dan pengambilan keputusan. Variabel tersebut terkumpul pada faktor pertama dengan kemampuan menjelaskan konflik sebesar 29,390 persen.Kata Kunci : Faktor Konflik dan konflik kerja

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

distribusi

Publisher

Subject

Decision Sciences, Operations Research & Management Economics, Econometrics & Finance Industrial & Manufacturing Engineering Other

Description

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jakarta Raya terus melakukan peningkatan pelayanan kepada pelanggan dengan melakukan pemasangan baru sesuai dengan waktu yang ditargetkan. Kecepatan pemasangan adalah salah satu faktor yang mempengaruhi pelayanan dan persepsi pelanggan terhadap perusahaan. PT ...