Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan, masa audit dan gagal bayar terhadap opini audit going concern. Penelitian ini menggunakan perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai populasi. Pemilihan sampel data ditentukan dengan menggunakan metode purposive sampling sehingga terkumpul sebanyak 27 perusahaan pertambangan sebagai sampel penelitian. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan Analisis Regresi Logistik dengan program SPSS versi 25 dan tingkat signifikansi sebesar 5% (0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap kemungkinan penerimaan opini audit going concern, karena perusahaan yang diukur melalui natural logaritma dari total aktiva tidak menjadikan faktor perusahaan tidak mendapatkan opini audit going concern (2) masa audit berpengaruh terhadap kemungkinan penerimaan opini audit going concern, karena semakin lama hubungan auditor dengan klien, semakin besar pula kemungkinan perusahaan mendapatkan opini audti going concern (3) gagal bayar berpengaruh terhadap kemungkinan penerimaan opini audit going concern, karena ketika perusahaan tidak mampu untuk membayar kewajiban pokok dan bunga sehingga kemungkinan besar perusahaan untuk mendapatkan opini audit going concern.
Copyrights © 2020