OISAA Journal of Indonesia Emas
Vol 2 No 1 (2019)

MUATAN LOKAL MEMBATIK PADA KURIKULUM SMP DAN SMA SEBAGAI UPAYA MELESTARIKAN KEBUDAYAAN

Aziz Ali Haerulloh (Universitas Padjadjaran)



Article Info

Publish Date
15 Jan 2019

Abstract

Artikel ini membahas membatik sebagai keterampilan yang harus dimiliki oleh pelajar SMP dan SMAdi daerah-daerah yang memiliki budaya membatik di Indonesia. Metodologi penelitian yang digunakanadalah metode kualitatif, kemudian instrumen penelitian yang digunakan adalah observasi lapangandan media sosial, studi literatur, dan wawancara. Membatik merupakan keterampilan yang seyogyanyadimiliki oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, namun dewasa ini keterampilan dalam membatikdan orang-orang yang terampil membatik semakin berkurang, karena proses regenerasi yang tidakdilembagakan dan dipersiapkan secara matang oleh pemerintah. Sejalan dengan alasan tadi, minatpara pelajar untuk belajar membatik pun berkurang, terutama dalam mengapresiasi warisan budayaleluhur. Demikian pengembangan kurikulum tingkat SMP dan SMA dengan menambahkanketerampilan membatik sebagai muatan lokal (mulok), akan memberikan pemahaman yang lebih baikkepada generasi penerus dalam menjaga budaya membatik (tulis dan cap) sebagai warisan budayayang telah diakui oleh UNESCO. Penulis berpendapat dengan diadopsinya inovasi ini dalam kurikulumpendidikan akan membawa dampak positif bagi Indonesia. Demikian, tanpa adanya kerjasama dalammembangun kesadaran untuk melestarikan budaya leluhur antara Kementerian Pendidikan danKebudayaan RI dengan setiap lembaga pendidikan yang berada di bawah tanggung jawabnya tidakakan terwujud suatu proses transfer nilai-nilai budaya yang berkesinambungan. This article write over membatik as skill which must know-how by high school students at regions whohave membatik tradition in Indonesia. Methodology Research which will use qualitative and alsoobservation, study literature and interview as instruments. Membatik skill which must have to allIndonesian people who have batik tradition, as time goes by membatik skill and the batik expert morediminish, because the process regeneration which not create institute for maintain the tradition andpreparation for the future by government. Accordance with the statements, interest from students forlearning membatik diminish, especially in appreciate cultural heritage. That developing of curriculum inJunior High School and Senior High School with adding skill membatik as mulok (local content), willgive understanding more better to the new generation in to protect the tradition membatik (written andstamp batik) as prestigious cultural heritage which one avowed with UNESCO. This article be of theopinion with adopted this innovation in education curriculum will brings the positive impact for Indonesia.Thus, without existence partnership in development the understanding for conserve prestigious culturebetween Ministry of Education and Culture of RI and every institution education it will not reach thesustainable cutural values.

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

oisaa

Publisher

Subject

Humanities Education Engineering Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Social Sciences

Description

OISAA Journal of Indonesia Emas is published by Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia (PPID) which publishes 2 times a year since 2018 (January and July). OISAA Journal of Indonesia Emas is an open-access peer-reviewed journal that mediates the dissemination of academicians, researchers, and ...