Sekolah merupakan elemen penting dalam proses perkembangan individu karena berfungsi pemilihan karir di masa mendatang dan merupakan sarana pembelajaran mengenai pengetahuan tentang peran sosial dan batasan norma. Implementasi sekolah yang baik bagi siswa masih perlu dievaluasi. Hal ini berdasarkan adanya ketidaksejahteraan yang dialami oleh remaja, yang berkaitan dengan adanya kasus kekerasan yang terjadi di sekolah. Menindaklanjuti berbagai fenomena tersebut maka sekolah perlu menciptakan atmosfir yang positif bagi perkembangan siswa. Tujuan artikel ini adalah mengkaji model kesejahteraan psikologis dengan konsep school well-being. School well-being merupakan penilaian subjektif individu terhadap sekolahnya dalam memuaskan kebutuhan individu yang terdiri dari empat aspek yaitu having (kondisi sekolah), loving (hubungan sosial), being (pemenuhan diri), dan health (kesehatan). Faktor-faktor yang mempengaruhi school well-being yaitu hubungan sosial, kontrol dan optimisme, teman dan waktu luang, volunteering, peran sosial, karakteristik kepribadan dan tujuan serta aspirasi. School well-being memberikan peranan untuk mengembangkan sikap positif selama proses belajar, dan dapat meningkatkan prestasi akademik serta menekankan pada pentingnya kesehatan mental siswa.
Copyrights © 2020