Di Indonesia sendiri banyak individu yang mengalami obesitas sehingga menyebabkan mereka kurang percaya diri dan tidak percaya diri. Ini kemudian melemahkan kemampuan interpersonalnya untuk melakukan sinkronisasi dengan lingkungannya. Banyak individu, terutama pria yang merasa tidak puas dengan bentuk tubuhnya, melakukan fitnes sebagai cara untuk mendapatkan tubuh ideal dan daya tarik fisik sesuai keinginannya. Hal ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan interpersonal mereka dalam berinteraksi dengan pergaulannya, khususnya dengan lawan jenis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh citra tubuh ideal dan daya tarik fisik terhadap kemampuan interpersonal pria yang melakukan senam fitnes di pusat kebugaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah 100 anggota dari Nagano, Master, Brilliant dan Project Fitness yang dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala citra tubuh ideal, daya tarik fisik dan kemampuan interpersonal. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan software Amos versi 22. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa citra tubuh ideal dengan kemampuan interpersonal menunjukkan nilai CR sebesar 2,257 ≥ 1,96 dan nilai P 0,024> 0,05 yang berarti citra tubuh ideal memiliki pengaruh terhadap kemampuan interpersonal. Kemudian daya tarik fisik dengan kemampuan interpersonal menunjukkan nilai C.R sebesar 1,126 ≤ 1,96 dan nilai P sebesar 0,260> 0,05 yang berarti bahwa daya tarik fisik tidak berpengaruh terhadap kemampuan interpersonal.
Copyrights © 2018