Pengelolaan pendidikan yang hanya mengutamakan kecerdasan kongnitif dan mengabaikan kecerdasan emosional dan spritual ternyata telah melahirkan lulusan yang cenderung bersikap sekuler, materialistik, rasionalistik dan hedonistik yaitu manusia yang cerdas intelektualnya dan terampil fisiknya, namun kurang terbina mental emosional dan spritualnya sehingga banyak dijumpai perilaku terdidik yang dilakukan oleh kaum terdidik seperti korupsi, suap, mempermainkan hukum dan berbagai masalah lainnya, padahal mereka memiliki kecerdasan. Melihat kenyataan itulah pemerintah mengoptimalkan peran sekolah untuk mengembangkan nilai pendidikan karakter dalam membentuk akhlak mulia siswa. Kata Kunci: Pengembangan, Nilai-Nilai Pendidikan Karakter
Copyrights © 2019