ABSTRAKSIBeberapa waktu ini, Indonesia sedang mengalami ancaman disintegrasi bangsa di Papua yang diawali insiden di asrama mahasiswa Papua di Surabaya, dan bentrok mahasiswa Papua dengan warga di Malang, merembet menjadi kerusuhan yang terjadi di kota-kota besar Papua. Sudah barang tentu gejolak nasional semacam ini akan menimbulkan berbagai tanggapan dari banyak pihak, khususnya pemerintah. Penelitian ini menganalisis pernyataan-pernyataan pejabat negara di Indonesia yang berkaitan dengan krisis di Papua yang diberitakan media online. Dengan menggunakan pendekatan analisis wacana kritis van Dijk yang membagi analisis wacana menjadi 3 dimensi, yang pertama dimensi teks, kedua dimensi kognisi sosial dan yang ketiga dimensi konteks/praktik sosial, hasilnya media online Indonesia hanya memiliki perbedaan di level skematik yaitu penekanan poin penting dalam isi berita.Kata kunci : Krisis Papua, Media Online, Pejabat NegaraABSTRACTRecently, Indonesia has undergone disintegration threat on Papua that has been started from incident that happened Papua college student dorm in Surabaya, and collision between Papua college student and local citizen in Malang, spread into chaos that happened in several Papua cities. And of course, national turmoil like this will create statement by many side, especially from government. This study analyse the statements by official in Indonesia related to Papua crisis that has been reported by online media. With Critical Discourse Analysis by van Dijk approach that divide discourse analysis into 3 dimension social practice context and the result is Indonesia online media difference just on schematic level.Keywords: Papua Crisis, Online Media, officials state
Copyrights © 2019