Propinsi Lampung merupakan sentra produksi kopi robusta dan sebagian kecil kopi arabika. Perbanyakan tanaman kopi dapat dilakukan secara vegetatif dan generatif, untuk membuat kebun benih entres dibutuhkan bibit yang berasal dari benih atau biji yang dapat dijadikan batang bawah atau sebagai perbanyakan tanaman. Benih kopi memiliki waktu berkecambah yang lama, disebabkan karena terjadinya dormansi fisik. Air kelapa adalah salah satu bahan alami, yang mengandung hormon seperti sitokinin, auksin dan giberelin yang dapat menstimulasi perkecambahan dan pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan lama perkecambahan, mendapatkan konsentrasi air kelapa yang tepat untuk mempercepat perkecambahan benih pada kopi Arabika dan kopi Robusta, serta mengetahui interaksi antara jenis kopi dan konsentrasi air kelapa. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus-November 2016, di Laboratorium Budidaya Tanaman Pangan dan Green House Politeknik Negeri lampung. Percobaan menggunakan Rangcangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu jenis kopi (A) yang terdiri atas 2 perlakuan yaitu Kopi Arabika/Sigarar utang Sigarar utang (A1) dan Kopi Robusta/ BP 42 x BP 358 (A2), Faktor kedua yaitu konsentrasi air kelapa yang terdiri atas 5 perlakuan yaitu 0% (B0), 25 % (B1), 50% (B2) ,75% (B3), 100% (B4. Variabel yang diamati saat muncul kecambah pertama, persentase berkecambah, saat pecahnya kotiledon, keserempakan tumbuh dan kecepatan tumbuh. Hasil analisis ragam menunjukkan perlakuan jenis kopi hanya berpengaruh nyata pada variabel pengamatan saat muncul kecambah, saat pecahnya kotiledon dan keserempakan tumbuh, sedangkan perlakuan konsentrasi air kelapa tidak berpengaruh nyata pada keseluruhan variabel pengamatan. Hasil uji lanjut BNT α 5% varietas kopi Arabika lebih cepat muncul kecambah, pecah kotiledon dan lebih serempak tumbuh dibandingkan kopi Robusta. Kata kunci: kopi arabika, kopi robusta, air kelapa, perkecambahan kopi
Copyrights © 2018