Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

UPAYA MEMPERCEPAT PERKECAMBAHAN BENIH KOPI ARABIKA (Coffea arabica L.) DAN KOPI ROBUSTA (Coffea canephora var. robusta) DENGAN PENGGUNAAN AIR KELAPA siti novridha andini; Rizka novi sesanti
Jurnal WACANA PERTANIAN Vol 14, No 1 (2018): Jurnal Wacana Pertanian
Publisher : STIPER Dharma Wacana Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37694/jwp.v14i1.24

Abstract

Propinsi Lampung merupakan sentra produksi kopi robusta dan sebagian kecil kopi arabika. Perbanyakan tanaman kopi dapat dilakukan secara vegetatif dan generatif, untuk membuat kebun benih entres dibutuhkan bibit yang berasal dari benih atau biji yang dapat dijadikan batang bawah atau sebagai perbanyakan tanaman. Benih kopi memiliki waktu berkecambah yang lama, disebabkan karena terjadinya dormansi fisik. Air kelapa adalah salah satu bahan alami, yang mengandung hormon seperti sitokinin, auksin dan giberelin yang dapat menstimulasi perkecambahan dan pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan lama perkecambahan, mendapatkan konsentrasi air kelapa yang tepat untuk mempercepat perkecambahan benih pada kopi Arabika dan kopi Robusta, serta mengetahui interaksi antara jenis kopi dan konsentrasi air kelapa. Penelitian  dilakukan pada bulan Agustus-November 2016, di Laboratorium Budidaya Tanaman Pangan dan Green House Politeknik Negeri lampung. Percobaan menggunakan Rangcangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu jenis kopi (A) yang terdiri atas 2 perlakuan yaitu Kopi Arabika/Sigarar utang  Sigarar utang  (A1) dan Kopi Robusta/ BP 42 x BP 358  (A2), Faktor kedua yaitu konsentrasi air kelapa yang terdiri atas 5 perlakuan yaitu 0% (B0), 25 % (B1), 50% (B2) ,75% (B3), 100% (B4. Variabel yang diamati saat muncul kecambah pertama, persentase berkecambah, saat pecahnya kotiledon, keserempakan tumbuh dan kecepatan tumbuh. Hasil analisis ragam menunjukkan perlakuan jenis kopi hanya berpengaruh nyata pada variabel pengamatan saat muncul kecambah, saat pecahnya kotiledon dan keserempakan tumbuh, sedangkan perlakuan konsentrasi air kelapa tidak berpengaruh nyata pada keseluruhan variabel pengamatan. Hasil uji lanjut BNT α 5% varietas kopi Arabika lebih cepat muncul kecambah, pecah kotiledon dan lebih serempak tumbuh dibandingkan kopi Robusta. Kata kunci: kopi arabika, kopi  robusta,  air kelapa, perkecambahan kopi
In Vitro Screening Ketahanan Galur Padi (Oryza Sativa) B7 Hasil Rakitan Politeknik Negeri Lampung Terhadap Keracunan Besi (Fe) onny Chrisna Pandu Pradana; Siti Novridha Andini
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 19 No 3 (2019)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jppt.v19i3.1527

Abstract

This research aimed to invstigate the response of paddy culture (B7 strain) assembled by Lampung State Polytechnic to the iron toxicity tolerance. The research was done at Plant Tissue Culture Laboratory, Lampung State Polytechnic, from July to September 2019. Treatments were single arranged in a completely randomized design with three replications. The treatment tried was five levels of Fe concentrations (5,6 ppm 28 ppm, 56 ppm, 84 ppm, 112 ppm, and control). Each replication consisted of three culture bottle containing one explant. The homogenity of data was tested using Barlett test. If the assumption were fulfilled then analysis of variance is executed using STATISTIX 10, and then followed by the Honest Significant Difference (HSD) test in 5% alpha for mean separation and RPA analysis. The result of this research showed that the B7 strain has tolerance to iron toxicity until 56 ppm of Fe concentration, it can be concluded from the PAR value of its strain (>0,50). Meanwhile in  84 and 112 ppm of Fe concentration, the RPA value of B7 starin (<0,50), and it is indicate that its strain is sensitive. 
Seleksi Mutan Generasi Dua (M2) Kedelai Hitam Terhadap Produksi Tinggi Siti Novridha Andini; Jaenudin Kartahadimaja; Miranda Ferwita Sari
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 21 No 1 (2021)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jppt.v21i1.1950

Abstract

The number of black soybean varieties in Indonesia is less than the yellow one. Black soybeans contain anthocyanin which is good for health. Black soybean is also the raw material of soy sauce and other food processing. The genetic diversity of black soybean varieties needs to be increased to improve the genetic using plant breeding. The mutation is a method of plant breeding to produce a new variety. This research aims to get the high production genotypes and the observational variables that are used for M3 selection. This research used a non-factorial randomized block design. The treatments were 0 Gy, 50 Gy, 100 Gy, 150 Gy, 200 Gy that repeated three times, so was obtain 15 experimental units, with each experimental unit contains 6 rows and consist of 4 plants. The seven observation variables that consist of plant height; the number of branches, flowering age, number of pods, harvesting age, the weight of 100 grains, and the weight of seeds per plant were analyzed for the diversity using NTSYS software, and the coefficient of genotype diversity was calculated. The genotypes that had high production at the 50 Gy dose were 1 (11), 4 (25), 6 (25), and 2 (26); for the 100 Gy dose were 1 (14), 6 (25), 1 (11), 4 (1); for the 150 Gy dose were 3 (19), 5 (10), and 6 (1); and for the dose 200 Gy were 1 (19) and 1 (26), and the observational variables that are selected for M3 selection were the number of branches, number of pods, and seed weight per plant.
Penggunaan Tiga Ukuran Umbi dan Zat Pengatur Tumbuh (Atonik) Pada Tanaman Sedap Malam (Polianthes tuberosa L.) Desta Rahayu; FNU Marveldani; Siti Novridha Andini
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 2 No 2 (2018): SEPTEMBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v2i2.110

Abstract

Tanaman sedap malam diperbanyak menggunakan umbi yang merupakan batang semu yang berubah bentuk dan fungsi sebagai penyimpanan cadangan makanan untuk pertumbuhan dan perkembangan. Penelitian dilaksanakan di lahan Politeknik Negeri Lampung pada bulan Mei 2017 sampai Maret 2018. Penilitian ini menggunakan Rancangan Kelompok Teracak Sempurna dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama terdiri dari diameter ukuran yaitu besar (1,6 - 2 cm), sedang (1,4 - 1,5 cm) dan kecil (1,3 - 1 cm). Faktor kedua terdiri dari perlakuan zat pengatur tumbuh Atonik yaitu 0 (tanpa perlakuan), 1 ml.l-1 dan 3 ml.l-1. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran umbi besar (1,6 cm - 2 cm) menghasilkan panjang tanaman (38,9 cm), jumlah daun (16,1 helai), lebar daun (1,9 cm) dan jumlah anakan (9,8 tunas) yang tertinggi serta menghasilkan umur tanaman mengeluarkan malai bunga (24,9 MST) dan umur mekar bunga (28,3 MST) yang lebih cepat. Ukuran umbi sedang (1,4 cm - 1,5 cm) dan kecil (1 cm - 1,3 cm) menghasilkan panjang tangkai bunga terpanjang (79,8 cm dan 86,6 cm).
Respon Pertumbuhan Galur Padi B4 Hasil Rakitan Politeknik Negeri Lampung terhadap Cekaman pH Secara In Vitro: Growth Response of B4 Paddy (Oryza sativa) Strain to pH Stress by In Vitro Onny Chrisna Pandu Pradana; Siti Novridha Andini
J-Plantasimbiosa Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jplantasimbiosa.v2i2.1701

Abstract

Saat ini pemerintah masih terus mendorong upaya peningkatan produksi dan produktivitas padi untuk meningkatkan nilai ekspor beras dan mencapai kedaulatan pangan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan perluasan areal pertanian (ekstensifikasi pertanian) termasuk pada lahan sub optimal. Lahan sub optimal memiliki pH rendah, kandungan agak tinggi, dan relatif kurang subur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon kultur padi galur B4 hasil rakitan Politeknik Negeri Lampung terhadap cekaman pH. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman, Politeknik Negeri Lampung, pada bulan Mei—Juli 2018. Rancangan perlakuan disusun secara tunggal dan diterapkan pada satuan percobaan dalam rancangan acak lengkap. Setiap perlakuan diulang tiga kali dan setiap ulangan terdiri dari tiga botol kultur yang masing-masing berisi satu eksplan. Perlakuan yang dicobakan adalah empat taraf pH media, yaitu 4; 4,5; 5; dan 5,8. Homogenitas data diuji dengan uji barlet, jika asumsi terpenuhi data dianalisis ragamnya dan dilanjutkan dengan uji BNJ pada taraf alpha 5% untuk pemisahan nilai tengahnya, serta dianalisis nilai PAR galur tersebut. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kultur padi galur B4 menunjukkan sifat toleran terhadap cekaman pH rendah. Hal ini bisa dilihat dari nilai PAR galur tersebut (> 0,70). Kata Kunci : padi, in vitro, cekaman pH, galur B4
Viabilitas dan Vigor Benih Kedelai Hitam (Glycine max (L.) Merrill) Hasil Iradiasi Sinar Gamma: Viability and Vigor of Black Soybean Seed Resulted from Gamma Iradiation Siti Novridha Andini; Nurman Abdul Hakim; Ari Wahyuni
J-Plantasimbiosa Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jplantasimbiosa.v2i2.1736

Abstract

Varietas unggul kedelai dari tahun 1918-2016 berjumlah 85 varietas, dan 11 diantaranya adalah kedelai hitam. Antosianin hanya ada pada kedelai hitam tidak ditemukan pada kedelai kuning. Antosianin sangat bermanfaat bagi kesehatan, sehingga kedelai hitam dapat dikembangkan di Indonesia. Kegiatan pemuliaan untuk mengembangkan varietas unggul baru guna meningkatkan keanekaragaman karakter agronomi kedelai hitam yaitu melalui induksi mutasi fisik dengan iradiasi sinar gamma. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh iradiasi terhadap viabilitas dan vigor benih. Penelitian akan dilakukan pada bulan Juni 2019 – Oktober 2019. Iradiasi dilakukan di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), kemudian untuk kegiatan penelitian lainnya dilakukan di laboratorium dan Green House Politeknik Negeri Lampung. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan acak kelompok dengan dua faktor, faktor pertama adalah varietas (V) yang terdiri dari varietas Detam 3 Prida dan Detam 4 Prida, sedangkan faktor kedua adalah dosis iradiasi (R) yang terdiri dari 5 taraf yaitu 0 Gy, 50 Gy, 100 Gy, 150 Gy, 200 Gy, dan 250 Gy, dengan tiga kali ulangan. Variabel yang diamati adalah persentase daya berkecambah, kecepatan tumbuh , tinggi kecambah, panjang akar, indeks vigor dan keserempakan Tumbuh. Hasil analisis varian yang berpengaruh nyata hanya pada perlakuan dosis iradiasi. Variabel yang berpengaruh nyata adalah persentase daya berkecambah, sedangkan untuk variabel pengamatan tinggi kecambah, kecepatan tumbuh dan indeks vigor perpengaruh sangat nyata. Viabilitas berdasarkan daya berkecambah persentase yang terendah adalah pada dosis 200-250 Gy, sedangkan vigor yang dikaji berdasarkan kecepatan tumbuh dan indeks vigor persentase terendah adalah pada dosis 150-250 Gy dibandingkan dengan tanpa iradiasi. Kata kunci: Detam 3, Detam 4, Iradiasi, Kedelai hitam.
Uji Konduktivitas Benih pada Beberapa Genotipe Mutan Kedelai Hitam Generasi Mutan ke Tiga (M3) Siti Novridha Andini; Miranda Ferwita Sari; Septiana Septiana; Onny Chrisna Pandu Pradana
J-Plantasimbiosa Vol 3 No 2 (2021)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jplantasimbiosa.v3i2.2265

Abstract

At the selection stage in breeding with gamma irradiation mutation induction, seeds from the previous generation are needed to be planted in the field to obtain the next generation of mutants. The seeds before planting have undergone a storage period, during the storage period if the temperature, humidity, and storage conditions are not right it will affect the viability and vigor of the seeds which can reduce the germination of seeds in the field Tests to determine seed vigor can be done by conducting a conductivity test (DHL). The purpose of this study was to determine the conductivity value of each genotype of the third generation mutant and the percentage of germination of black soybean seeds during the storage period. This study used a non-factorial completely randomized design (CRD) with 10 mutant genotypes and 1 control (without irradiation), and each treatment was replicated four times. Observation variables were electrical conductivity/conductivity, germination rate, growth speed, growth synchronously, vigor index, and maximum growth potential. Based on the conductivity/DHL test, genotypes with high Conductivity/DHL values ​​have a low percentage of germination, but the percentage of germination is still above 80% during the storage period, so it is expected that they will still have high germination ability in the field. Keywords: electrical conductivity, black soybean, and conductivity.
Pola Infestasi Serangan Hama Pada Tanaman Mutan Kedelai Hitam Detam 4 Prida Generasi Tiga (M3): Infestation Patterns of Pest Attack on Black Soybean Detam 4 Mutant Plant on Third Generation (M3) Septiana Septiana; Siti Novridha Andini; Miranda Ferwita Sari
J-Plantasimbiosa Vol 4 No 2 (2022)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jplantasimbiosa.v4i2.2725

Abstract

The black soybean plant is one of the food crops whose existence is very necessary for the consumption of the population in Indonesia. People of Indonesians very consumted with sweet flavorings, but do not want to make the risk of diabetes. Black soybeans in addition to being the main ingredient in making sweet soy sauce, also has benefits for mothers who are breastfeeding because of the rich nutritional content of benefits for the growth and development of the baby. Due to the high demand for black soybeans, the government encourages farmers to further increase the production of black soybeans. One of the government's efforts is to release the Detam Prida 3 and Detam 4. However, in these production efforts, there are pest to the decline in the quality and quantity of production caused by pest attacks of black soybean plants. The purpose of this study was to determine the pattern of pest infestations on soybean plants both in the vegetative and generative. In this study using Detam Prida 4, observations were carried out every day from the vegetative to the generative. Observations are carried out daily after planting. The observation made is to determine the pattern of attack infestation, which is not harmful to the current condition (+), harm at the time condition (++), and very dangerous at the time (+++). From the results of this study the pests that attack black soybeans in the vegetative phase are seed flies, armyworms, and aphids that attack from the seventh day after planting and pests that attack black soybeans in the generative phase, namely leaf roller caterpillars and green ladybugs that attack 30 days after planting.
Skrining Ketahanan Cekaman Salinitas Lima Varietas Kacang Hijau (Vigna radiata) Miranda Ferwita Sari; Onny Chrisna Pandu Pradana; Siti Novridha Andini
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 5 No 1 (2023): June
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v5i1.1220

Abstract

Kacang hijau merupakan salah satu kacang-kacangan sumber vitamin (A, B1 dan C), mineral, termasuk protein, serat makanan dan sejumlah besar senyawa bioaktif. Kacang hijau di Indonesia menempati urutan ketiga sebagai tanaman pangan legum terpenting setelah tanaman kedelai dan kacang tanah. Permasalahan yang ada dalam budidaya kacang hijau adalah lahan subur yang semakin berkurang tetapi permintaan akan hasil pertanian mengalami peningkatan. Salah satu cara untuk mengatasi kebutuhan kacang hijau yang tinggi adalah dengan memanfaatkan lahan marginal seperti lahan salin. Pemanfaatan area yang memiliki salinitas dapat dilakukan dengan menggunakan tanaman yang toleran salinitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh cekaman salinitas terhadap hasil produksi 5 varietas kacang hijau dan mengetahui varietas kacang hijau yang tahan terhadap cekaman salinitas. Bahan penelitian yang digunakan adalah 5 varietas kacang hijau yaitu varietas Vima 2, Vima 3, Kenari, Kutilang, Murai dan Sriti. Bahan lain yang dibutuhkan adalah NaCl yang akan dilarutkan pada 4 dosis perlakuan (0, 2, 4, 6 g.L-1). Data dari variabel pengamatan yang diamati dianalisis dengan program SAS (Statistical Analysis System), hasil analisis sidik ragam yang signifikan dilanjutkan dengan uji lanjut menggunakan uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test). Peningkatan dosis NaCl menyebabkan pertumbuhan kelima varietas kacang hijau mengalami penurunan. Berdasarkan variabel pengamatan daya berkecambah, jumlah polong, jumlah biji dan bobot biji, varietas yang memiliki hasil tertinggi pada dosis NaCl 9 g.L-1 adalah varietas Kenari dan Vima 3.
Upaya Mempercepat Perkecambahan Benih Kopi Arabika (Coffea arabica L.) Dan Kopi Robusta (Coffea canephora var. robusta) Dengan Penggunaan Air Kelapa Siti Novridha Andini; Rizka Novi Sesanti
JURNAL WACANA PERTANIAN Vol 14 No 1 (2018): Jurnal Wacana Pertanian
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lampung Provinceis one of robusta coffee production center and a small part of arabica coffee production. Coffee plant propagation can be done vegetatively and generatively, to make garden of seeds entres, it is required seeds thatcan be used as rootstock or as a plant propagation. Coffee seeds have long germ time, caused by physical dormancy.Coconut water is one of the natural ingredients, containing hormones like cytokines, auxins and gibberellins that can stimulate germination and plant growth. The purpose of this research is to know the difference of germination time and to get the right coconut water concentration to accelerate the seed germination of Arabica coffee and Robusta coffee, and also to know the interaction between coffee type and coconut water concentration.The research was conducted in August-November 2016, in PlantLaboratory 1 and Green House of Lampung State Polytechnic. Experiments using Completely Randomized Designwith two factors and three replications.The first factor is coffee varieties (K) with two varieties, Arabica Coffee / Sigarar utang (K1) and Robusta Coffee / BP 42 x BP 358 (K2). The second factor is the concentration of coconut water with five concentration, 0% (A0), 25% (A1), 50% (A2), 75% (A3), 100% (A4).Each experiment uses 20 seeds, total seed required for all experiment is 600 seed coffee. The variables observed when sprouts appear, percentage germinated, when cotyledon rupture, simultaneity grow (KST) and growth speed (KCT). The result of variance analysis showed that the treatment of coffee varieties only had a significant effect on the observation variables when sprouts appear, cotyledon rupture, and the simultaneity grow, whereas the coconut water concentration treatment had no significant effect on the whole observation variable. Test results of LSD α 5% Arabica coffee varieties more quickly sprouts appear, cotyledon rupture and the simultaneity grow than Robusta coffee.