Didalam berusahatani padi, petani di tuntut untuk meningkatkan produksi padi sehingga menunjang kebutuhan pangan kita sehari – hari.Dengan petani menanam padi kita dapat melihat dari segi pendapatan usahatani padi organik dan anorganik. Di satu sisi padi organik sangat baik untuk kesehatan dan sedangkan padi anorganik sangat berbahaya untuk kesehatan karena bnyak mengandung bahan kimia yang merusak kesehatan tubuh kita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan usahatani padi organik dan padi anorganik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis pendapatan dan uji T. Untuk responden padi organik di ambil secara sensus atau di ambil semua karna kurang dari 30 petani sedangkan untuk pengamabilan sampel padi anorganik menggunakan (teknik sampling) nonprobabilitiatau teknik sampel acak sederhan. Penelitian ini di laksanakan pada bulan november 2017. Pemilihan lokasi dalam penelitian ini ingin melihat perkembangan usahatani padi yang mana di Desa Sari Bakti petani yang menanam padi organik sangat sedikit ketimbang yang menanam padi anorganik. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan usahatani padi organik dan padi anorganik sangatlah berbeda secara nominal dan signifikan secara statistik, di mana rata – rata pendapatan petani organik Rp29.681.818,18 dengan R/C 2,2 sedangkan pendapatan petani anorganik Rp 19.115.357,14 dengan R/C 1,6 di lihat dari uji T atau uji beda. Maka dapat di simpulakan bahwa adanya perbedaan yang signifikan usahatani padi organik dan pendapatan usahatani padi anorganik
Copyrights © 2018