Diksi adalah kemampuan untuk secara tepat membedakan nuansa-nuansa makna dari gagasan yang disampaikan dengan cara menggabungkan kata yang tepat dan gaya yang paling baik dalam situasi tertentu. Gaya bahasa Metafora sendiri tergolong dalam gaya bahasa kiasan. Pertama-tama gaya ini dibentuk berdasarkan perbandingan atau persamaan. Puisi Ininnawa karya Lakon Sang Kelana menjadi satu dari banyak puisi yang menarik untuk dikaji karena memiliki nilai estetika yang tinggi dari bentuknya yang modern, pilihan kata (diksi), pesan penulis, dan yang paling menarik adalah gabungan dwibahasa atau paduan antara bahasa Daerah dan bahasa Indonesia pada bait-baitnya. Penggunaan diksi (pilihan kata) pada puisi Ininnawa di atas dapat jelas terlihat, puisi dengan tema cinta, kerinduan, dan pesan hati yang mendalam dituangkan pada tiap baris. Puisi ini menceritakan tentang cinta dan ketabahan hati seorang lelaki kepada wanita yang selalu barharap akan cinta yang dibalas. pada bait Ininnawa Ohhh Ininnawa Sabbaraku’, Elo’ku Mancaji’ Waemata’, Elo’na Mancaji’ Janji’e, Ohhh Puangku’ Peddi na’ Atikku yang berarti “Ohh Hatiku yang sabar (tabah), inginku menjadi air mata, inginku menjadi janji, Ohh Tuhan, sakitnya hatikuâ€. Setiap diksi pada baris kalimat tersebut mengandung pesan yang mendalam, tentang perasaan penulis, tentang ketabahan menahan cinta yang belum juga terbalas.
Copyrights © 2020