HUMANIS
Volume 15. No.3. Juni 2016

The English - Indonesian Translation Of Taboo Words In Ted Movie

Kadek Putri Yamayanti (Udayana University)
Frans I Made Brata (Udayana University)
I Nyoman Sedeng (Udayana University)



Article Info

Publish Date
01 Jul 2016

Abstract

Penelitian ini membahas temuan kata – kata tabu dalam Bahasa Inggris dan terjemahannya dalam Bahasa Indonsesia. Dikarenakan masing – masing bahasa memiliki latar belakang budaya yang berbeda, maka penerjemah akan menemukan beberapa perbedaan budaya yang membuat penerjemahan kata – kata tabu menjadi rumit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengklasifikasikan kata – kata tabu yang muncul dalam bahasa sumber dan mendeskripsikan teknik penerjemahannya sehingga didapat padanan dalam terjemahan. Metode dokumentasi diaplikasikan untuk mengumpulkan data dari film Ted. Selanjutnya, metode deskriptif kualitatif diaplikasikan dalam analisis dan penyajian data. Analisis dari penelitian ini diperoleh dengan cara mengaplikasikan teori yang dikemukakan oleh Jay (1992) tentang tipe – tipe kata tabu, Larson (1998) dan Davoodi (2009) tentang teknik penerjemahan. Kemudian, teori – teori tersebut didukung dengan pendekatan makna konsep oleh Bell (1991). Terdapat 9 tipe kata tabu yang ditemukan, yaitu cursing, profanity, taboo, obscenity, vulgarity, slang, epithet, insult and slurs and scatology. Sementara blasphemy tidak ditemukan dalam data. Terdapat 6 variasi teknik penerjemahan yang muncul dalam menerjemahkan kata tabu. Secara garis besar teknik tersenut dibagi menjadi dua yaitu literal and idiomatic translations. Secara lebih spesifik, dibagi menjadi empat yaitu, censorship, substitution, taboo for taboo and euphemism. Teknik penerjemahan tersebut diterapkan dengan mempertimbangkan kondisi dan situasi pada saat kata tabu tersebut diucapkan sehingga akan didapatkan padanan dalam terjemahan.

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

sastra

Publisher

Subject

Arts Humanities

Description

Jurnal online Humanis adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Udayana. Salah satu indikator kualitas perguruan tinggi ialah diukur dari seberapa banyak karya ilmiah yang dihasilkan dan telah dipublikasikan. Penulisan karya ilmiah harus mencerminkan budaya ...