Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

PENERAPAN MEDIA POWERPOINT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS DESCRIPTIVE TEXT Dwi Wella Suhartatik, Gusti Agung Ayu; Mbete, Aron Meko; Sedeng, I Nyoman
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 1 No 2 (2015) September 2015
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.605 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam menulis descriptive text sebelum dan sesudah diterapkan pembelajaran berbasis media powerpoint. Sampel yang digunakan adalah peserta didik kelas XI IPS 2 SMA Jembatan Budaya Badung berjumlah 20 orang. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan model the one group pretest-posttest design. Pada tahap pratindakan peserta didik diberikan tes sebagai analisis awal kemampuan menulis dan pada tahap pascatindakan tes dilakukan untuk mengetahui peningkatan kemampuan peserta didik setelah pembelajaran dengan media powerpoint diaplikasikan.Proses pengumpulan data dilakukan melalui tes, lembar observasi dan kuesioner. Selanjutnya, data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif yang disajikan dalam bentuk pemaparan deskriptif, tabel, dan diagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa mengalami peningkatan setelah memeroleh treatment. Pada tahap pratindakan diperoleh nilai rata-rata awal sebesar 69,85 dan pada tahap pascatindakan nilai rata-rata mencapai 74,55. Dengan demikian, peningkatan kemampuan siswa dalam menulis descriptive text signifikan sebesar 4,70. ABSTRACTAims of this study are to determine the writing skill of descriptive text before and after the implementation of media powerpoint. The samplings were purposely taken from class XI IPS 2 consisting 20 students at SMA Jembatan Budaya Badung. This study was designed in the form of quasi experimental with the one group pretest-posttest design. The students were given pretest at the beginning and posttest at the end of the lesson to analyse their skills in writing as well as the improvement after media was implemented in the learning process.2The data was collected by using three instruments such as, test, observation, and questionnaires. It was qualitatively and quantitatively analysed and presented by tables, charts, and descriptives. The result showed that there was improvement on the students’ writing skill after the treatment was implemented, from 69,85 on the pretest and 74,55 on the posttest. Thus, it means that skill of the students’ writing had siginificant improvement in the value 4,70.
SHIFTS IN TRANSLATION OF NOUN PHRASE IN JONGOS DAN BABU AND IN HOUSEBOY AND MAID Juliarta, Ni Made; Sedeng, I Nyoman; Mas Indrawati, Ni Luh Ketut
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 2 No 2 (2016) (Sept 2016)
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.992 KB)

Abstract

ABSTRAK Makalah ini menganalisis jenis pergeseran terjemahan frase benda yang ditemukan dalam cerita Jongos dan Babu dan Houseboy and Maid. Pergeseran adalah konsep utama dalam analisis kalimat terjemahan. Konsep pergeseran membantu kita banyak belajar cara unit tingkatan yang berbeda dapat diturunkan untuk menciptakan struktur yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis pergeseran terjemahan pada frase benda yang ditemukan pada cerita Jongos dan Babu dan Houseboy and Maid. Penelitian ini menggunakan teori Catford (1965) yang membagi pergeseran terjemahan menjadi dua jenis utama yaitu, pergeseran unit dan pergeseran kategori. Pergeseran unit mengacu pada bahasa sumber di satu tingkat linguistik yang memiliki terjemahan setara bahasa target pada tingkat yang berbeda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan data yang ditemukan dalam cerita Jongos dan Babu dan terjemahannya dalam Houseboy and Maid. Penelitian dimulai dari jenis pergeseran dalam terjemahan dari frase benda yang ditemukan pada sumber data. Ada dua jenis pergeseran dalam terjemahan frase benda yang ditemukan pada cerita Jongos dan Babu dan pada cerita Houseboy and Maid. Jenis pegeseran terjemahan yang ditemukan adalah: pergeseran struktur dan pergeseran unit. Kata kunci: frasa benda, terjemahan, pergeseran unit ABSTRACT The paper analyzed about types of translation shifts of NP implemented in Jongos dan Babu and in Houseboy and Maid. Shifting is a major concept in sentence analysis in translation. The concept of shifting helped us a lot to learn how a unit of different level can be brought down to create structures. This study aims at analyzing the types of shifts in translation of noun phrase in Jongos dan Babu and in Houseboy and Maid. The study used the theory of Catford (1965) which divided the shift in translation into two major types, level/rank shift and category shift. Level/rank shift refers to a source language item at one linguistic level that has a target language translation equivalent at a2different level. This study used the qualitative approach to the data found in the short story Jongos dan babu and their translations into Houseboy and maid. The analyze was started with the types of shifts in translation of noun phrase found in data sources.There are two types of shifts in translation of noun phrase in Jongos dan Babu and in Houseboy and Maid. They are structure shift and unit shift. Keywords: noun phrase, translations, unit shift
ANALISIS PENGGUNAAN ADVERBIA PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI SASTRA JEPANG UNIVERSITAS UDAYANA Muliani, Putu Ayu; Sedeng, I Nyoman; Madia, I Made
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v8i2.21399

Abstract

INTERFERENSI FONOLOGI PADA PEMBELAJAR BIPA ASAL EROPA DI BALI Ida Ayu Putri Adityarini; I Wayan Pastika; I Nyoman Sedeng
Aksara Vol 32, No 1 (2020): AKSARA, Edisi Juni 2020
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.157 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v32i1.409.167-186

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui interferensi fonologi yang terjadi pada pemelajar BIPA asal Eropa di Bali dengan analisis interferensi didasarkan pada bahasa Inggris. Data yang digunakan, yaitu data lisan dan data tulisan yang diperoleh dari tuturan dan tulisan pemelajar ketika belajar bahasa Indonesia di kelas. Penelitian ini berpedoman pada teori interferensi menurut Weinreich (1953). Data lisan dikumpulkan dengan teknik simak libat cakap (SLC), teknik simak bebas libat cakap (SBLC), teknik perekaman, dan pencatatan. Data tulisan dikumpulkan dengan metode tes. Data tersebut kemudian dianalisis dan disajikan dalam bentuk formal dan informal. Hasil analisis data menunjukkan bahwa interferensi fonologi yang terjadi pada pemelajar BIPA asal Eropa di Bali, yaitu berupa interferensi bunyi vokal (terjadi pada vokal [a], [u], dan [ə]), interferensi bunyi konsonan (terjadi pada konsonan [r], [ŋ], dan [t]), interferensi berupa penambahan bunyi (terjadi pada bunyi [ŋ] dan [ɲ]), dan interferensi berupa penghilangan bunyi (terjadi pada konsonan [r], deret vokal [e] dan [a], serta konsonan [h]). Interferensi ini terjadi karena adanya perbedaan bunyi vokal dan bunyi konsonan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Selain itu, interferensi ini juga disebabkan oleh adanya perbedaan pelafalan sebuah bunyi vokal atau bunyi konsonan yang sama pada kedua bahasa tersebut. Kata kunci: Pemelajar BIPA, interferensi, fonologiThis study aimed to determine phonological interference that occurs on BIPA learners from Europe in Bali. Oraland written data are used in this research that were obtained from learners' speeches and writings when learning Indonesian in the class. This research was guided by interference theory according to Weinreich (1953). Oral data were collected using proficient inversion techniques (SLC), skillful in-flight listening techniques (SBLC), recording techniques, and note taking. Writing data were collected by the test method. The data analyzed and presented in formal and informal forms. The results of data analysis showed that phonological interference that occurred in BIPA learners from Europe in Bali, namely in the form of vocal noise interference (occurred in vowels [a], [u], and [ə]), consonant sound interference (occurred in consonants [h] , [r], [g], [ŋ], [t], [g], and [ɲ]), interference in the form of sound addition (occurred in the sounds [ŋ] and [ɲ]), and interference in the form of sound removal ( occurred in consonants [r], vowel series [e] and [a], and consonants [h]). This interference occurred because of differences in vowel and consonant sounds in Indonesian and English. In addition, this interference was also caused by the different pronunciation of a vowel sound or consonant sound in both languages. 
The Translation of Cultural Terms in The Balinese Folktales Luh Nitya Dewi Rupini; I Nyoman Sedeng; Ni Luh Ketut Mas Indrawati
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 28 No 2 (2021) : September
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.944 KB) | DOI: 10.24843/ling.2021.v28.i02.p02

Abstract

This study is entitled “The Translation of Cultural Terms in The Balinese Folktales”. This study is aimed at to identify the categories of cultural words and describe about translation procedure. The data were taken directly from Balinese Folktales in internet. Documentation method was used as the method in collecting data; finding the cultural words, note taking and classifying. In analyzing the data, qualitative method was applied. In presenting the analysis, this study used descriptive method. The main theory was proposed by Newmark (1988:95). There was also the other theory by Newmark (1988:45) as the theory of translation procedures. The results of this study showed that the most used types of cultural words found in this study were ecology, material culture and social culture. In connection with translation procedure, there were only three types of translation procedure found in Balinese folktales. The translation procedures used were Literal translation, cultural equivalent, and descriptive equivalent. By translating books from Balinese to English can make other people who read and learn about Balinese culture understand easily. Also, it is the media to introduce Balinese culture to the world.
Penilaian Keterampilan Berbicara Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Asing Ni Wayan Nandaliana Indratayana; I Wayan Simpen; I Nyoman Sedeng
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 23 (2016): September 2016
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.771 KB)

Abstract

This article entitled Penilaian Keterampilan Berbicara dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Asing. The aim of this research is to assess learners’ speaking skill in learning Indonesian language after an active learning process had been done that motivates the learners to actively involved, thus the learners can dominate the learning activity and can achieve the basic competency which contained in the lesson plan. The main theory of this research is a rubric design theory proposed by Airasian (2005). The data was collected by using observation and test methods. The techniques used in this articles are check list, written test, and spoken test. The result of this research showed that 80% of the learners actively involved and the aim of learning activity was attained. The learners’ achievement of grammar comprehension is 60% and the comprehension of learning topics that were given in active learning process is 85%. Some factors that obstructed the learners in both aspects mentioned above are the inability of the learners in differentiating and comparing the grammar of their mother language and the Indonesian grammar, the learners’ activities and schedules that made them unable to attend the whole ten meetings before the assessment process by using check list technique, written and spoken test was done.
KETERAMPILAN MENULIS WACANA ARGUMENTASI BERBAHASA INGGRIS DENGAN METODE ESA PADA MAHASISWA LEVEL POST INTERMEDIATE DI STIE TRIATMA MULYA I Made Agung Rai Antara; I Nyoman Sedeng; A.A. Putu Putra
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 22 (2015): March 2015
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.712 KB)

Abstract

Artikel ini berjudul “Keterampilan Menulis Wacana Argumentasi Berbahasa Inggris dengan Metode ESA pada Mahasiswa Level Post Intermediate di STIE Triatma Mulya”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kemampuan menulis wacana argumentasi pada mahasiswa STIE Triatma Mulya dan (2) faktor-faktor penghambat mahasiswa dalam menulis wacana argumentasi. Penelitian ini menggunakan teori pembelajaran dan pengajaran bahasa yang dikemukakan oleh Brown (2007) sebagai teori utama. Data-data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Teknik yang digunakan, yaitu check list, catat, rekam, dan tes tulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa dalam menulis wacana argumentasi mengalami peningkatan sebesar 4,14 %. Aspek-aspek yang mengalami peningkatan dalam tulisan mahasiswa adalah alat-alat kohesi gramatikal, ketepatan kata, dan mekanik. Namun, kategori tata bahasa masih memerlukan perhatian lebih banyak. Hal ini ditunjukkan oleh penurunan kemampuan mahasiswa dalam menggunakan tata bahasa sebesar 0,34 %. Faktor-faktor yang menghambat mahasiswa dalam menulis wacana argumentasi adalah jenis tulisan itu sendiri, tata bahasa, dan pilihan kata.
The Syntactic Strategies and Equivalence of English Non Finite Verbs Which Translated into Indonesian with Reference to National Geographic Magazine Ni Wayan Esti Ekarini Rahayu; I Nyoman Sedeng; Ni Luh Ketut Mas Indrawati
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 27 No 1 (2020): Maret
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.034 KB) | DOI: 10.24843/ling.2020.v27.i01.p05

Abstract

In dealing with problems while translating, translators need to apply translation strategies. It involves finding equivalents which are similar in meaning. The aims of this study are investigating and analyzing the syntactic strategies and equivalents of English non finite verbs which are translated into Indonesian. This study employed descriptive qualitative method. The data are 130 complex sentences taken from two feature articles in National Geographic Magazines pulished in English and Indonesian on December 2018. The result of study shows that the syntactic strategies found are loan calque, transposition, phrase structure change, clause structure change, unit shift. and sentence structure change. In addition, formal equivalences are mostly found in translation, in comparison with the dynamic equivalences. It can be concluded that the syntactic strategy is applied by the translators to get natural translated text in TL by selecting linguistic equivalences without changing the meaning. The formal equivalence is used when translators maintain the message by focusing on form and content. While dynamic equivalence is applied when the translator does not maintain the form and content but focus more on sense of translation by using natural equivalence which is closest in meaning and shows similar concept in TL.
PEMBENTUKAN VERBA BERSUFIKS {-KAN} BAHASA INDONESIA STRUKTUR ARGUMEN, STRUKTUR LOGIS, DAN MAKNA SUFIKS {-KAN} I Nyoman Sedeng
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 18 (2011): September 2011
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.317 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mencari jawaban atas tiga permasalahan yang muncul terhadap aplikasi sufiks {-kan} dalam BI; i) bagaimana mekanisasi pembentukan verba bersufiks {-kan} BI? ii) bagaimana struktur argumen verba bersufiks {-kan} dan iii) bagaimana struktur logis dan makna sufiks {-kan) BI? Data penunjang analisis dipetik dari empat buah novel Indonesia yang ditulis oleh Maria A. Sarjono dan satu oleh Hirata. Dan teori yang dipakai untuk membedah permasalahan proses morfosintaksis ini adalah teori morfologi yang ditulis oleh Katamba dan pembicaraan makna akan mengaplikasikan Tatabahasa Peran dan Acuan. Hasil analisis menunjukkan; i)verba bersufiks {-kan} dapat diturunkan dari bentuk dasar; prakatagorial, adjektiva, adverbia, verba intransitif, bi-intransitif, dan mono intransitif. Proses morfosintaksis  pembentukan verba bersufiks {-kan perubahan fungsi gramatikal. Proses tersebut mencakup; pengausatifan, pengaplikativan yang mencakup makna benefaktif, lokatif, instrumen dan terakhir adalah proses koorporasi. ii) Verba bersufiks {-kan} memiliki struktur argumen, seperti; mematikan (x, y)à (agen, pasien), membawakan (x, y, z)à (afektor, benefaktor, tema), menempelkan (x, y)(z)à(afektor, tema)(lokatif). iii) Sufiks {-kan} BI mengandung makna; memberi, mendapatkan, memindahkan posisi, menempatkan, menyampaikan, perpindahan kepemilikan dan kausatif.    
en Komang Ayu Rosmala Dewi; I Nyoman Sedeng; Putu Lirishati Soethama
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 28 No 2 (2021) : September
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.467 KB) | DOI: 10.24843/ling.2021.v28.i02.p10

Abstract

This article discussed about morphosyntax that deals with the combination of morphology and syntax. The article was aimed to find out the derivational suffixes forming adjectives and the syntactic functions of the adjectives found in the data source. The data of this article were taken by library research method and note-taking technique from the novel Forrest Gump, which published in 157 pages and 26 chapters by Pocket Books in 1994. This novel is written by Winston Groom. The collected data were analyzed descriptive qualitatively based on the theory of Morphology and Syntax by Quirk, et al (1985). This article revealed that there were the attachment of suffix {-ful}, {-less}, {-ly}, {-y}, {-al}, {-ial}, {-ic} and {-ous} changed the base noun into adjective, it is called denominal adjectives. Then, deverbal adjectives which made the word class changed from verb into adjective, there were the attachment of suffix {-able} and {-ive}. Meanwhile, for the syntactic functions there were three types found, they are attributive, predicative and postpositive.
Co-Authors A.A. Putu Putra Anak Agung Putu Putra Anak Agung Putu Putra Aron Meko Mbete Audrey Valeri A’innaya Zahra Chusnul Chotimah Bagus Teresna Binaning Artha Beratha, Luh Sutjiati Denok Lestari Dwi Aditya Darmawan Dwi Wella Suhartatik, Gusti Agung Ayu Frans I Made Brata Gede Angga Krisma Carya I Gusti Agung Khrisna Narayana I Gusti Bagus Narabhumi I Gusti Ngurah Parthama I Kadek Maesa Dwi Payana Putra I Ketut Artawa I Ketut Suardana I Made Agung Rai Antara I Made Joni Fristyawan I Made Madia I Made Madia, I Made I Made Suastra I Made Winaya I Nengah Sudipa I Nyoman Udayana I Putu Agus Ari Purnama I Putu Wisnu Adi Putra I Wayan Arka I WAYAN PASTIKA I Wayan Simpen I Wayan Suardhana Ida Ayu Made Puspani Ida Ayu Putri Adityarini Ida Bagus Janardana Dwipayana Ida Bagus Putra Yadnya Juliarta, Ni Made Kadek Putri Yamayanti Kadek Ris Herwantinus Karen Maria Ekafrain Aring Komang Ayu Rosmala Dewi Lien Darlina Luh Nitya Dewi Rupini Luh Putu Laksminy Luh Putu Ratna Sari Made Sri Satyawati Muliani, Putu Ayu Ngurah Parthama Ni Kadek Satya Aridewi Ni Kadek Yuni Antari Ni Luh Ketut Mas Indrawati Ni Luh Nyoman Seri Malini Ni Luh Putu Ari Permata Dewi Ni Putu Devi Septirahyuni Ni Putu Diah Darmayanti Ni Putu Firdayanti Karina Surya Ni Putu Yefta Helen Jayantrina Ni Putu Yunick Cahyani Ni Wayan Dessrimama Ni Wayan Esti Ekarini Rahayu Ni Wayan Nandaliana Indratayana Ni Wayan Pering Muliawati Ni Wayan Sukarini Ni Wayan Yessy Puspitha Yanthi Novita Mulyana Padma Negara, I Putu Agus Putu Ayu Muliani Putu Feby Chintya Dewi Putu Jessica Dewi Anggraeni Putu Lirishati Soethama Putu Owen Purusa Arta Putu Sutama R. Guntur Mahardika Rabita Nabiya Ridho Saputra Salsabila, Unik Hanifah Sayu Surya Intan Lestari Septiari, Ni Luh Putu Eka Sharon Ladisa Julianto Wardani, Silvia Yana Qomariana