Indonesia merupakan bangsa multikultural dengan tingkat pluralisme yang tinggi. Hal itu dapat menjadi potensi kemajuan bangsa sekaligus kemundurannya, bergantung pada kualitas pengelolaan heterogenitas tersebut. Hingga saat ini terbukti konflik yang dilatarbelakangi suku, agama, dan ras antargolongan (SARA) masih sering terjadi. Hal tersebut menunjukan pentingnya penguatan pendidikan multikultural di Indonesia. Tulisan ini bertujuan untuk menyegarkan kembali urgensi pendidikan multikultural sekaligus menghadirkan gagasan penguatannya untuk bangsa Indonesia. Suatu pendekatan yang lebih komprehensif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, menjelaskan fenomena yang terjadi didasari oleh kajian-kajian ilmiah yang telah dilakukan sebelumnya. Konflik SARA masih rentan terjadi karena keterbatasan pemerataan layanan pendidikan multikultural dan pendekatannya yang masih parsial. Diperlukan pendekatan lebih menyeluruh dan melibatkan banyak pihak. Dengan demikian, pendidikan multikultural sebagai bagian dari pendidikan karakter akan memiliki peluang lebih besar untuk berhasil.
Copyrights © 2020