Buletin Udayana Mengabdi
Vol 19 No 3 (2020): Buletin Udayana Mengabdi

PELATIHAN PEMBUATAN TEH DAN SIRUP TANAMAN HERBAL BERKHASIAT OBAT PADA IBU PKK DESA MAMBANG, TABANAN

i gusti ayu artini (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Aug 2020

Abstract

Tanaman obat adalah tanaman herbal yang memiliki berbagai komponen aktif di dalamnya seperti terpenoid, flavonoid, xantones, dan trace element yang dapat dimanfaatkan dalam pencegahan penyakit. Penelitian mengenai pemanfaatan tanaman obat yang berkhasiat telah banyak dilakukan. Tanaman obat terbukti pada berbagai studi memiliki aktivitas hepatoprotektif, antioksidan, antiinflamasi, antihiperglikemik, dan antibakteri. Tanaman obat berkhasiat antara lain kunir putih dan ubi jalar ungu. Salah satu upaya pembangunan berkelanjutan di daerah pedesaan adalah upaya peningkatan, pemusatan, dan pembudidayaan dalam bidang tanaman herbal. Pembudidayaan tanaman herbal di daerah pedesaan telah berhasil dilakukan. Pemanfaatan tanaman herbal untuk kesehatan masih kurang dilakukan karena masih terbatasnya pengetahuan dan ketrampilan ibu-ibu PKK dalam mengolah tanaman obat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu-ibu PKK di desa Mambang, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan dalam pemanfaatan tanaman herbal berkhasiat obat menjadi teh dan sirup herbal yang siap dikonsumsi dan dipasarkan. Metode yang digunakan berupa sosialisasi dan pelatihan pembuatan teh dan sirup tanaman herbal berkhasiat obat secara berkesinambungan. Luaran kegiatan ini berupa produk teh, sirup dan jamu herbal yang siap dipasarkan, dan publikasi jurnal nasional. Kata kunci: tanaman obat, teknologi tepat guna ABSTRACT Medicinal plants are a group of plants, composed of several active compounds namely terpenoid, flavonoid, xantones, as well as trace elements that might contribute to disease prevention. Many researches had been conducted to prove the benefit of medicinal plants. Many studies had showed the hepatoprotective, antioxidant, antiinflammatory, hypoglycemic and antimycrobial effect of some medicinal plants, such as kunir putih and purple sweet potato. One of the strategy for continued development in rural area is increased, centered and plantation of medicinal plants. Medicinal plants had been successfully yielded in rural area. In spite of the successfull plantation, the use of such medicinal plants for health was still minimal. This was assumed to be related to lack of knowledge and skill in processing the medicinal plants. This program aimed to increase the knowledge and skill among participants (PKK of Mambang Village, East Selemadeg, Tabanan) in processing medicinal plants into herbal tea and syrup that were ready to be consumed and marketed. The methods were lecturing and continued-practicing. The outputs are herbal products (in the form of tea, syrup and jamu that are ready to be marketed) and national publication. Keywords: medicinal plants, appropriate technology

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

jum

Publisher

Subject

Education

Description

Jurnal Udayana Mengabdi (JUM) diterbitkan sebagai media komunikasi, informasi, edukasi dan pembahasan masalah-masalah pembangunan, utamanya hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat dan hasil-hasil penelitian dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuannya adalah untuk ...