Kabupaten Klaten merupakan salah satu daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana banjir. Wilayah Kabupaten Klaten yang sangat luas dan memiliki karakteristik yang beragam menyebabkan sulitnya menentukan model penanganan banjir yang sesuai. Water Sensitive Urban Design (WSUD) adalah model perencanaan wilayah yang menitikberatkan pada penanganan permasalahan air dengan konsep infrastruktur ramah lingkungan. Oleh karena itu, analisis tingkat kerawanan banjir dan penentuan faktor penyebab banjir dilakukan untuk merencanakan desain WSUD yang sesuai pada masing-masing kecamatan di Kabupaten Klaten. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) digunakan untuk membantu analisis tingkat kerawanan banjir ini. Aspek yang digunakan sebagai kriteria adalah curah hujan, kelerengan, jenis tanah, kondisi geologi, dan penggunaan lahan. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa Kabupaten Klaten memiliki dua kecamatan dengan kategori tingkat kerawanan banjir tinggi, 21 kecamatan dengan kategori sedang, dan tiga kecamatan dengan kategori rendah. Kecamatan Bayat dan Cawas merupakan kecamatan yang memiliki kategori tingkat kerawanan banjir tinggi. Sedangkan Kemalang, Karangnongko dan Polanharjo merupakan kecamatan dengan kategori tingkat kerawanan banjir rendah. Faktor utama terjadinya banjir di Kabupaten Klaten adalah kelerengan dan penggunaan lahan.
Copyrights © 2020