Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analysis of fuzzy TOPSIS Method in Determining Priority of Small Dams Construction Ulfiana, Desyta; Suharyanto, Suharyanto
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 21, No 2 (2019): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v21i2.19957

Abstract

The limited government budget for the construction of small dam in Semarang Regency has led to the need to determine the construction priorities. However, the large number of construction's technical aspects causes the determination of the construction priorities to be difficult. One of the best methods for multi-criteria decision making is the Technique for Order Performance by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). However, ranking and weighting of the criteria that use in these constructions were difficult. It was caused by human assessment factors that were less precise especially on linguistic variables criteria. Therefore, a fuzzy logic was needed for calculating these criteria. There are eight alternatives of small dams and seven criteria of technical aspects analyzed in this study. The first step was determining membership function and weighting each criteria. Then, TOPSIS method was applied to ranked eight alternatives. The highest priority was determined by finding alternative that has the largest closeness coefficient (CCi). It represents alternative with closest distance to fuzzy positive ideal solution and farthest distance to fuzzy negative ideal solution. Based on analysis, Mluweh Dams has the highest CCi value of 0.612. It could be concluded that Mluweh Dams is the highest construction priority of small dams in Semarang Regency.
Analisis Aplikasi Kantong Lumpur pada Sungai Sebagai Upaya Pengendalian Sedimentasi Waduk Wulandari, Dyah Ari; Ulfiana, Desyta; Parmantoro, Priyo Nugroho
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 26, Nomor 2 (2020)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.364 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v26i2.28691

Abstract

Reservoir sedimentation can be overcome by reducing the amount of sediment that enters the reservoir, by building check dam. The check dam has more deposited coarse sediment load than fine sediment load. Fine sediment that escapes the check dam will flow further and eventually enter the reservoir pond. Therefore it is necessary to build a building that can capture fine sediments. Construction is planned as a system of sediment trap in irrigation channels. The purpose of this study is to analyze the possibility of applying the sediment trap in the river to deposit sediments that escape the check dam. The analysis begins with the selection of the location of the sediment trap, then calculate the dimensions of the sediment trap and the amount of sediment that has settled. Based on the analysis of the selected dimensions with several combinations of gradation of sediment grains, sediment deposition that occurs ranges from 42 - 68%. So it can be concluded making the sediment trap in the river can be done. However, for the application of these sediment traps further research is needed regarding the dimensions of sediment traps that are most optimal for sediment deposition.
Analisis Kerawanan Banjir sebagai Pendukung Perencanaan Model Water Sensitive Urban Design di Kabupaten Klaten Ulfiana, Desyta; Windarto, Yudi Eko; Bashit, Nurhadi; Ristianti, Novia Sari
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 26, Nomor 2 (2020)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.6 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v26i2.31929

Abstract

Kabupaten Klaten merupakan salah satu daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana banjir. Wilayah Kabupaten Klaten yang sangat luas dan memiliki karakteristik yang beragam menyebabkan sulitnya menentukan model penanganan banjir yang sesuai. Water Sensitive Urban Design (WSUD) adalah model perencanaan wilayah yang menitikberatkan pada penanganan permasalahan air dengan konsep infrastruktur ramah lingkungan. Oleh karena itu, analisis tingkat kerawanan banjir dan penentuan faktor penyebab banjir dilakukan untuk merencanakan desain WSUD yang sesuai pada masing-masing kecamatan di Kabupaten Klaten. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) digunakan untuk membantu analisis tingkat kerawanan banjir ini. Aspek yang digunakan sebagai kriteria adalah curah hujan, kelerengan, jenis tanah, kondisi geologi, dan penggunaan lahan. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa Kabupaten Klaten memiliki dua kecamatan dengan kategori tingkat kerawanan banjir tinggi, 21 kecamatan dengan kategori sedang, dan tiga kecamatan dengan kategori rendah. Kecamatan Bayat dan Cawas merupakan kecamatan yang memiliki kategori tingkat kerawanan banjir tinggi. Sedangkan Kemalang, Karangnongko dan Polanharjo merupakan kecamatan dengan kategori tingkat kerawanan banjir rendah. Faktor utama terjadinya banjir di Kabupaten Klaten adalah kelerengan dan penggunaan lahan.
Analysis of fuzzy TOPSIS Method in Determining Priority of Small Dams Construction Ulfiana, Desyta; Suharyanto, Suharyanto
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 21, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v21i2.19957

Abstract

The limited government budget for the construction of small dam in Semarang Regency has led to the need to determine the construction priorities. However, the large number of construction's technical aspects causes the determination of the construction priorities to be difficult. One of the best methods for multi-criteria decision making is the Technique for Order Performance by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). However, ranking and weighting of the criteria that use in these constructions were difficult. It was caused by human assessment factors that were less precise especially on linguistic variables criteria. Therefore, a fuzzy logic was needed for calculating these criteria. There are eight alternatives of small dams and seven criteria of technical aspects analyzed in this study. The first step was determining membership function and weighting each criteria. Then, TOPSIS method was applied to ranked eight alternatives. The highest priority was determined by finding alternative that has the largest closeness coefficient (CCi). It represents alternative with closest distance to fuzzy positive ideal solution and farthest distance to fuzzy negative ideal solution. Based on analysis, Mluweh Dams has the highest CCi value of 0.612. It could be concluded that Mluweh Dams is the highest construction priority of small dams in Semarang Regency.
Analisa Risiko Banjir untuk Mendukung Pembangunan Bekelanjutan di Kawasan Pesisir Pantai Kota Semarang Desyta Ulfiana; Undayani Cita Sari
Ruang Vol 6, No 2 (2020): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.6.2.102-111

Abstract

Fenomena degradasi lingkungan menyebabkan meningkatnya frekuensi banjir di beberapa wilayah, salah satunya adalah kawasan pesisir pantai Kota Semarang. Kecamatan Genuk, Kecamatan Tugu, Kecamatan Semarang Utara, dan Kecamatan Semarang Barat merupakan empat wilayah yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa. Kondisi topografi dan karakteristik wilayah empat kecamatan tersebut menyebabkan empat kecamatan tersebut rawan mengalami bencana banjir. Untuk mengatasi fenomena tersebut perlu adanya penyesuaian perencanaan pembangunan berkelanjutan. Agar perencanaan tersebut efektif maka diperlukan analisa untuk menentukan faktor utama penyebab permasalahan banjir di wilayah tersebut. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dilakukan analisa tingkat risiko banjir menggunakan metode AHP TOPSIS untuk menentukan faktor utama penyebab banjir di masing-masing kecamatan. Kriteria yang digunakan dalam analisa terdiri dari curah hujan, tata guna lahan, kemiringan lahan, dan ketinggian. Berdasarkan hasil analisa, didapatkan bahwa Kecamatan Semarang Utara dan Semarang Barat memiliki tingkat risiko paling tinggi terhadap bencana banjir. Faktor dominan penyebab tingginya risiko banjir di dua kecamatan tersebut dibanding dua kecamatan lainnya adalah curah hujan. Sedangkan faktor utama penyebab banjir di kawasan pesisir pantai Kota Semarang adalah ketinggian
The Emplementation of Health Protocol Facilities through Handwashing and Social Distancing Education in The Tourism Area of Pecel Kampong, Ngerangan Village Klaten Regency Novia Sari Ristianti; Nurhadi Bashit; Desyta Ulfiana; Grandy Loranessa Wungo; Fauzi Janu Amarrohman; Hardi Wibowo
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2021): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1409.064 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v4i2.1295

Abstract

The COVID-19 pandemic has plagued the entire world, including Indonesia. The step to breaking the spread chain of COVID-19 is to apply health protocols such as handwashing and social distancing. The Covid-19 case in Klaten Regency Central Java for ten weeks until early February 2021 with the status of the Red Zone and death rate is 14.1 percent. Ngerangan Tourism Village has a thematic kampong with culinary and nature attractions, such as Pecel Kampong. The number of visitors reaches 600 tourists per day. This causes tourist sites to be clusters most prone to the spread of COVID-19 and must be equipped with adequate health protocols. Therefore, this service aims to implement health protocols during the Covid 19 pandemic through hand washing and social distancing. The service method has three stages, namely information, guidance, and habitual independence. The output of this service is in the form of technology that is socialized and donated in handwashing behavior in the form of 3 portable footstep sinks, four jerry cans of handwashing soap, one hand washing educational banner, and one banner for implementing health protocols. Meanwhile, the technology that was socialized and granted in the implementation of Social Distancing was in the form of 1 banner for implementing social distancing and 20 stickers indicating the implementation of social distancing.
Sistem Informasi Geografis berbasis Web untuk Penentuan Prioritas Pembangunan Embung Kornelius Satria Budiyanto; Ike Pertiwi Windasari; Yudi Eko Windarto; Desyta Ulfiana
Jurnal Komputer Terapan  Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Komputer Terapan
Publisher : Politeknik Caltex Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.057 KB) | DOI: 10.35143/jkt.v6i2.3642

Abstract

Spring water is a human need for daily life. One of the benefits is to irrigate agricultural land. Agricultural land in Semarang Regency dried up every dry season in the last few years. Semarang Regency local government had identified 8 areas as the candidate of small dam construction locations for short term priority. The selection of small dam locations becomes a special issue in data processing in the Water Resources Sector which has many criteria to be aware of.  The obtained data can be stored in database of GIS. Therefore,  decision support system is needed to determine the best small dams priority. The method used in this system is the TOPSIS. Data that has been processed will be implemented to determine the best small dams priority in a region and displayed visually using Carto Map. System are built using the Codeigniter framework based PHP and MySQL database. In its implementation, the Rapid Application Development (RAD) method is used. Based on the calculation results obtained the first three sequences that have the largest live storage and the lowest water cost that can be prioritized are Mluweh, Lebak, and Pakis.
PENATAAN DRAINASE DTA WADUK DIPONEGORO (RW 2 KELURAHAN TEMBALANG) Desyta Ulfiana; Suripin Suripin; Dyah Ari Wulandari; Sri Sangkawati Sachro; Suharyanto Suharyanto; Rudi Yuniarto Adi
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DTA Waduk Pendidikan Diponegoro merupakan wilayah yang berkembang pesat akibat berdirinya Universitas Diponegoro. Hali ini membawa dampak buruk akibat berkurangnya daerah resapan air di wilayah tersebut. Beberapa titik lokasi di DTA sering mengalami genangan air atau banjir saat musim hujan. Hal ini sangat mengganggu aktivitas warga. RW 2 Kelurahan Tembalang merupakan salah satu lokasi di DTA Waduk Diponegoro yang sering mengalami banjir. Berdasarkan hasil survey terdapat tiga titik rawan banjir/genangan di kawasan ini yaitu di Masjid Miftahurrohmah, Gg Maerasari 2 dan Masjid LPPU. Banjir/genangan tersebut disebabkan oleh lokasi titik yang lebih rendah dari kawasan sekitar sehingga menerima limpasan air hujan yang cukup besar saat hujan sedangkan saluran drainase eksisting tidak mampu menampung limpasan air hujan tersebut. Oleh karena itu, perlu dilakukan penataan kembali dan peningkatan fungsi jaringan drainase di DTA Waduk Diponegoro. Penataan drainase dilakukan dengan merencanakan jaringan saluran drainase baru serta melakukan perhitungan dimensi saluran sesuai dengan perhitungan debit limpasan air hujan. Hasil survey dan perencanaan penataan drainase ini kemudian disosialisasikan kepada warga RW 2 Kelurahan Tembalang. Hasil sosialisasi yang dilakukan dapat memberikan informasi terkait kondisi drainase RW 2 Kelurahan Tembalang dan memberikan solusi serta pengarahan kepada masyarakat dalam penataan drainase lingkungan mereka.
EDUKASI IMPLEMENTASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DALAM PENCEGAHAN COVID 19 DI KELURAHAN BANYUMANIK KOTA SEMARANG Novia Sari Ristianti; Desyta Ulfiana; Yudi Eko Windarto
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wabah Covid 19 sedang melanda dunia termasuk Indonesia. Kota Semarang juga memiliki angka kenaikan kasus terjangkit covid 19 yang tinggi.  Tercatat sampai dengan April 2021 tembus 34.568 kasus. Melalui penerapan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) diharapkan dapat mengurangi laju penularan Covid 19. Gerakan cuci tangan merupakan salah satu bentuk PHBS yang sangat efektif mencegah penularan Covid 19. Diperlukan suatu penyuluhan dan teknologi tepat guna yang edukatif dalam penerapannya. Salah satunya dengan menggunakan wastafel portabel injak sehingga mengurangi intensitas sentuhan satu sama lain saat mencucui tangan di tempat umum. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan ini adalah mengedukasi implementasi PHBS melalui gerakan cuci tangan bagi warga di RT 003 RW VII Kelurahan Banyumanik Kota Semarang dalam rangka pencegahan penularan covid 19.Metode yang digunakan adalah dengan implementasi teknologi wastafel portabel injak dalam penerapan edukasi PHBS dengan mencuci tangan. Ada 3 tahap yang akan dilakukan. Tahap I informasi yaitu sosialisasi awal mengenai bahaya covid 19, penularan covid 19, dan pencegahan penularan covid 19 melalui PHBS dan cuci tangan. Tahap II Bimbingan yaitu diajarkan praktek secara langsung mengenai PHBS melalui  gerakan cuci tangan. Tahap III Kemandirian dan Habitual yaitu evaluasi penerapan PHBS melalui gerakan cuci tangan.Luaran dari kegiatan pengabdian ini berupa teknologi terapan dalam edukasi PHBS melalui gerakan cuci tangan di RT 003 RW VII Keluarahan Banyumanik. Beberapa teknologi yang diterapkan dan dihibahkan berupa 1 buah wastafel portable injak dan 1 buah spanduk himbauan pencegahan Covid-19 dengan PHBS.
PELATIHAN ONLINE ANALISIS LAJU EROSI MENGGUNAKAN APLIKASI QGIS BAGI MAHASISWA Undayani Cita Sari; Desyta Ulfiana
Jurnal Pengabdian Vokasi Vol 2, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.899 KB) | DOI: 10.14710/jpv.2021.11097

Abstract

Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan software yang dapat digunakan untuk menunjang dalam analisis pekerjaan teknik sipil yang berkaitan dengan pembangunan bendungan, jaringan jalan, atau infrastruktur fisik lainnya yang terkait erat dengan kontur. Analisis dengan SIG mencangkup kemudahan untuk menganalisis data ketinggian lahan secara otomatis menjadi data kontur atau kelerengan, arah aliran air, atau daerah aliran sungai, serta analisis laju erosi. Implementasi SIG umumnya diterapkan pada software seperti ArcGIS (berbayar) dan QGIS (gratis/open-soURCE). Dengan demikian, penggunaan QGIS ini perlu diperhitungkan untuk diperkenalkan kepada mahasiswa. Oleh karena itu, pelatihan mengenai program QGIS dirasa perlu untuk meningkatkan mutu pendidikan Mahasiswa Teknik Sipil UNDIP. Namun, pada masa kuliah daring akibat mewabahnya virus COVID-19 ini, menyebabkan mahasiswa kesulitan mendapatkan ilmu tambahan seperti pelatihan ini. Oleh karena itu, Tim Pengabdian Masyarakat Teknik Sipil UNDIP mengadakan pelatihan online analisis laju erosi menggunakan program QGIS. Kegiatan ini memberikan manfaat bagi mahasiswa Teknik Sipil UNDIP dalam memahami penggunaan program QGIS dalam pekerjaan sipil bidang hidroteknik terutama dalam analisis laju erosi.