Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah
Vol 5, No 2 (2020): DECEMBER

FUNGSIWOE DALAM SISTEM SOSIAL MASYARAKAT TRADISIONAL DESA TUREKISA

Maria Goreti Djandon (Universitas Flores)



Article Info

Publish Date
22 Dec 2020

Abstract

Abstrak: Flores  merupakan salah satu pulau yang dihuni  oleh berbagai suku dengan latar budayanya masing-masing. Demikian pula dengan masyarakat di Desa Turekisa yang memiliki woe (suku) dari asal-usul berdeda-beda. Arus globalisasi membawa dampak bagi anggota woe itu sendiri terutama yang berkenaan dengan asal mula woe dan fungsi woe dalam sistem sosial masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji lebih dalam tentang sejarah asalmula woe dan fungsi woe yang ada di Desa Turekisa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptf kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Pengumpulan data menggunakan wawancara medalam dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, pemaparan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Turekisa anggota woe masih mengetahui asalmula woe dan fungsi woe dengan baik. Untuk menjaga keharmonisan antara anggota se-woe (se suku) maupun dengan woe yang lainnya selalu ada kerja sama baik yang berhubungan dengan pekerjaan (budaya gotong royong), pada saat hajatan apa saja maupun pada saat duka. Hal ini merupakan warisan dari para leluhur yang tetap dipelihara dengan baik dari generasi ke generasi penerusnya. Masing-masing woe memiliki Ngadhu dan Bhaga sebagai lambang persatuan dan Sa’o Pu’u sebagai tempat berkumpulnya seluruh anggota woe dalam ritual-ritual adat.Abstract: Flores is one of the islands inhabited by various tribes with their cultural background. Similarly, the people in Turekisa village have woe (tribe) from different origins. The current globalization has an impact on the woe members themselves, especially about the origin of woe and the function of woe in the social system of society. The purpose of this research is to examine more about the history of woe origin and the function of woe in Turekisa Village. The research method used is descriptive qualitative. The data sources used are primary and secondary data. Data collection using deep interviews and documentation. Data analysis is done through data reduction, data exposure, and conclusion drawing. The results showed that the people of Turekisa Village woe members still know the origin of woe and woe function well. To maintain harmony between members of the se-woe (se tribe) and with another woe there is always cooperation both related to work (gotong royong culture), at any time of hajatan or at the time of grief. This is the legacy of the ancestors who remained well preserved from generation to generation. Each woe has Ngadhu and Bhaga as symbols of unity and Sa'o Pu'u as a gathering place for all woe members in traditional rituals.

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

historis

Publisher

Subject

Earth & Planetary Sciences Education

Description

Jurnal Historis merupakan jurnal yang memuat naskah atau hasil penelitian di bidang kependidikan khususnya sejarah yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UM Mataram dengan ISSN 2549-7332 (Print) dan ISSN 2614-1167 (Online). Terbit pertama kali Juni 2017. Adapun ruang lingkup Jurnal ...