Abstrak.Virus Dengue menginfeksi 50 sampai 100 juta orangper tahun, namun terapi yang spesifik atau obat antivirus yang efektif belum ditemukan. Kurkumin diketahui mampu melakukan penghambatan system ubiquitin-proteasome yang menyebabkan penurunan produksi salah satu jenis Flavivirus yaitu Japanese encephaitis. Modifikasi struktur kurkumin terbukti meningkatkan aktivitas biologisnya. Pentagamavunon-0 (PGV-0) diketahui memiliki aktifitas mirip atau bahkan lebih baik dari kurkumin. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian PGV-0 pada fase awal infeksi virus Dengue-2 (satu hari infeksi). Penelitian ini termasuk penelitian kuasi-eksperimental. Metode yang digunakan untuk deteksi virus Dengue-2 dalam penelitian ini adalah imunositokimia, setelah sebelumnya dilakukan uji sitotoksik PGV-0 terhadap sel vero. Hasil uji sitotoksik menunjukkan konsentrasi yang aman (tidak memberikan efek toksik) dari PGV-0 terhadap sel Vero adalah 4,44 μM. Hasil uji imunositokimia menunjukkan nilai rata-rata sel positif akibat infeksi Dengue-2 satu hari dengan perlakuan PGV-0 jauh lebih kecil (3.8 ± 3.89) dibandingkan kontrol positifnya (14.55 ± 7.25). Disimpulkan bahwa PGV-0 mampu menurunkan positive rate akibat infeksi Den-2 pada periode awal infeksi
Copyrights © 2014