Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Indonesia dengan skema pembayaran kapitasi pada pelayanan kesehatan tingkat pertama merupakan sistem baru bagi dokter gigi. Evaluasi model pembiayaan kapitasi perlu dilakukanuntuk mengetahui apakah dokter gigi puas terhadap sistem pembiayaan kapitasi yang telah ditetapkan pemerintah. Jenis penelitian adalah observasi deskriptif. Subjek penelitian ini adalah dokter gigi Puskesmas Kabupaten Sleman Yogyakarta. Instrumen pengukuran berupa kuesioner persepsi dan harapan terkait pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional di Puskesmas dengan skala biner. Secara umum sebagian besar dokter gigi masih melihat pembiayaan secara kapitasi dalam program JKN membawa potensi konflik yang besar. Walau demikian, para dokter gigi menyadari bahwa sistem ini menekan biaya kesehatan masyarakat. Secara mutlak seluruh dokter gigi mengharapkan adanya perhitungan ulang risiko dan meningkatnya peran organisasi profesi untuk negosiasi kapitasi dengan pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Penelitian ini menunjukkan bahwa para dokter gigi sudah dapat menerima sistem kapitasi dengan baik tetapi tidak puas dengan pelaksanaannya.
Copyrights © 2017