Respons: Jurnal Etika Sosial
Vol 23 No 02 (2018): Respons: Jurnal Etika Sosial

Urgensi Kebajikan Intelektual di Era Pasca-Kebenaran: Suatu Deskripsi Analitis Melalui Pemikiran Epistemologi Kebajikan Linda Zagzebski

Herdito Sandi Pratama (Unknown)



Article Info

Publish Date
24 Jun 2019

Abstract

Epistemologi kebajikan (virtue epistemology) adalah suatu gerakan dalamepistemologi yang menggeser fokus epistemologi dari semula menekankan padakeyakinan yang membentuk pengetahuan menuju penekanan pada agen penahu.Strategi analisisnya adalah menggagas karakter kebajikan yang disyaratkan dimilikioleh agen penahu dalam proses berpengetahuan. Selaras dengan etika kebajikanyang menekankan pada karakter dari agen moral, epistemologi kebajikanmengalihkan fokus dari properti-properti keyakinan kepada karakter intelektualdari agen penahu. Nilai epistemik dipahami sebagai kualitas dari agen penahuyang memampukannya bertindak efektif secara kognitif dan dalam cara-caraterpuji. Artikel ini merupakan deskripsi analitis terhadap epistemologi kebajikan,khususnya dalam pemikiran Linda Zagzebski mengenai kecakapan intelektualdan kebajikan intelektual, serta mendemonstrasikan urgensinya dalam membacafenomena era dan masyarakat pasca-kebenaran yang ditandai oleh semakinsumirnya batas antara fakta dan fi ksi, serta semakin tidak berperannya faktaobjektif dalam membentuk opini publik dibandingkan bujukan dan preferensiemosional. Artikel ini berargumen bahwa di tengah keniscayaan perkembanganteknologi informasi yang memungkinkan terciptanya era dan masyarakat pascakebenaran,kebajikan intelektual perlu dikembangkan untuk mengaktifkankembali percakapan publik yang sehat dalam ‘mendekati kebenaran’. Kebajikanintelektual tidak diartikan sebagai dominasi terhadap pluralitas opini, melainkansuatu sikap bertanggung jawab dari agen penahu dalam hidup dan berhadapandengan era pasca-kebenaran. Virtue epistemology is a movement in epistemology that shifts the focusfrom its initial emphasis on beliefs that form knowledge towards an emphasis on theknower. Th e strategy of the analysis is to initiate the character of the virtues needed bythe knower in the process of acquiring knowledge. Aligned with the ethics of virtuesthat emphasizes the character of the moral agent, virtue epistemology shifted focusfrom the properties of belief to the intellectual character of the knower. Epistemicvalue is understood as the quality of the knower that enables him to act cognitively incommendable ways. Th is article is an analytical description of the virtue epistemology,in particular, in Linda Zagzebski’s thought about intellectual skills and intellectualvirtues. Th is paper also seeks to demonstrate the urgency in interpreting phenomenaand society in the post-truth era which is marked by boundary vagueness betweenfacts and fi ction and the diminishing role of objective facts in shaping public opinionwhen compared to persuasion and emotional preference. Th is article argues thatin the midst of the inevitability of the development of information technology thatenables the post-truth era and its society, intellectual virtue needs to be developed toreactivate lively public conversation in ‘approaching the truth.’ Intellectual virtueis not construed as dominance against the plurality of opinion, but a responsibleattitude of the knower in life which deals with the post-truth era.

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

respons

Publisher

Subject

Religion Humanities Education Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Respons (p-ISSN 0853-8689/e-ISSN 2715-4769) is a bilingual (Indonesian and English language) and peer-reviewed journal published by Centre for Philosophy and Ethics of Atma Jaya Catholic University of Indonesia. Respons specializes in researched papers related to social ethics, philosophy, applied ...