Sitotoksik beberapa jenis teripang asal dari pulau Seira dan pulau Luang, terhadap larva udang, Artemia salina telah diteliti dilakukan. Penyarian senyawa kimianya dari teripang dilakukan dengan 2 metode ekstraksi yaitu cara maserasi dengan etanol 96% (6 kali), dan cara dekok dengan akuades (3 kali). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan daya sitotoksik di antara ekstrak etanol dan ekstrak air. Daya toksisitas ekstrak etanol 96 % memberikan LC50 degan level sedang 39,87 ppm dan 66,06 ppm untuk teripang Stichopus hermanii, dan Stichopus vostus. Sedangkan untuk ekstrak air menunjukkan sitotoksik yang sangat lemah yaitu berkisar 707,94 ~ 67.608 ppm. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak air banyak mengandung senyawa garam.
Copyrights © 2020