Pengaruh studi metode memasak dengan waktu yang berbeda pada komposisi proksimat ikan lema (Rastrelliger kanagurta) telah dilakukan. Ikan lema segar sebanyak 19 ekor ikan dibeli dari nelayan di desa Waai di Ambon. Mereka disimpan dii dalam kotak es dan dipindahkan ke laboratorium. Setibanya di laboratorium, ikan disiapkan dengan cara membuang insang dan jeroan, ikan yang dibersihkan dicuci dengan air keran beberapa kali untuk menghilangkan darah. Kemudian sebanyak 19 ekor ikan dibagi menjadi empat kelompok untuk memasak menurut metode memasak yang berbeda untuk merebus sebanyak 6 ekor ikan, memanggang sebanyak 6 ekor ikan dan menggoreng sebanyak 6 ekor ikan dan memasak selama 10 dan masing-masing 15 menit dan sebanyak 1 ekor ikan tidak dimasak sebagai kontrol, kemudian dianalisis komposisi proksimatnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan protein, kadar lemak dan abu pada ikan goreng dengan waktu memasak selama 15 menit lebih tinggi dan signifikan berbeda dari kandungannya pada rebus dan dipanggang dengan waktu memasak masing-masing selama 10 dan 15 menit. Kelembaban dan kandungan karbohidrat pada goreng ikan lema dengan waktu memasak selama 15 menit lebih rendah dari isinya pada rebus dan panggang dengan waktu memasak masing-masing selama 10 dan 15 menit. Ada efek dari metode memasak dengan waktu yang berbeda pada komposisi terdekat ikan kembung. Kandungan protein, lemak, dan abu paling tinggi, sedangkan kadar air dan karbohidrat paling rendah pada ikan tenggiri goreng dengan waktu memasak selama 15 menit daripada metode memasak lainnya dengan waktu berbeda.
Copyrights © 2020