Dakwah adalah kewajiban setiap Muslim untuk mengajak orang lain, terutama umat Islam melakukan hal-hal yang baik dan mencegah kemungkaran. Dalam melakukan kegiatan dakwah, diperlukan media atau sarana agar mad’u menerima dan memahami pesan. Salah satu media dakwah yang menarik adalah media komunikasi visual, yaitu semua media komunikasi yang dapat dicerna oleh indera penglihatan, seperti buku, iklan, spanduk, baliho, poster, selebaran, meme dan sebagainya. Dakwah melalui media social juga tidak kalah pentingnya di era industry 4.0, youtube, facebook, istagram, twitter dan lain sebagainya. Dalam penelitian ini, penulis mengambil lima ayat dalam al-Qur’an, diantaranya: An-Nahl: 78, Al-Mukminun: 78, As-Sajdh:9, Al-Ahqof:26, Al-Mulk:23. Karena lima ayat tersebut penulis anggap relevan dengan audiovisual, sesuai dengan kajian komunikasi dan penyiaran Islam. Kemudian penulis mengupas setiap ayat-ayat tersebut dengan lima tafsir (Tafsir Al-Munir, Tafsir Fii Dzilalil Qur’an, Tafsir Ibn Katsir, Tafsir As-Sa’di dan Tafsir Al-Misbah). Karena melihat banyaknya dakwah digital, penulis merasa tertarik mengakaji dakwah digital dalam perpektif kajian tafsir agar dakwah digital punya kajian kokoh dalam segi keilmuan. Penelitian ini, menggunakan metode penelitian kepustakaaan dengan cara menganalisis buku-buku teks, dimana teks-teks yang diteliti adalah materi-materi yang berkaitan dengan metodologi penelitia tafsir. Adapun analisis buku teks dalam tulisan ini adalah penelitian yang mengkhususkan untuk meneliti berbagai refrensi dalam rangka untuk mengembangkan, atau mengimplementasikan teori yang telah ada, dan relevansinya dengan perkembangan keilmuan tafsir dalam perspektif dakwah.
Copyrights © 2020