Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni
Vol 5, No 1 (2020)

Nilai Budaya dalam Balutan Kesenian “Bangreng”

Ria Intani T (Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat)



Article Info

Publish Date
30 Apr 2020

Abstract

Abstract: Bangreng is a performance art that developed in Sumedang Regency. Bangreng art was born from the art of Terebang which developed into the art of Gembyung, and then developed again into the art of Bangreng. Various opinions say that an art is not created for mere beauty, but also various things that are valuable for life. In this regard, this study was conducted to find a depiction of Bangreng art, along with the values contained therein. This type of research is qualitative by extracting the data through interviews and observations. The results of the study showed that the art of Terebang which contained a lot of religious values and Gembyung which contained elements of entertainment became the foundation in Bangreng art. Thus, even though Bangreng art contains entertainment, religious values are maintained. Keywords: Bangreng art, cultural values.  Abstrak: Bangreng merupakan seni pertunjukan yang berkembang di Kabupaten Sumedang. Kesenian bangreng terlahir dari kesenian terebang yang berkembang menjadi kesenian gembyung, dan kemudian berkembang lagi menjadi kesenian bangreng. Berbagai pendapat mengatakan bahwasanya sebuah kesenian tidak diciptakan untuk keindahan semata, melainkan pula berbagai hal yang bernilai untuk kehidupan. Sehubungan dengan itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran tentang kesenian bangreng, berikut nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Jenis penelitian ini kualitatif dengan penggalian datanya melalui wawancara dan pengamatan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kesenian terebang yang banyak mengandung nilai keagamaan dan gembyung yang mengandung unsur hiburan menjadi fondasi dalam kesenian bangreng. Dengan demikian meskipun kesenian bangreng mengandung unsur  hiburan, namun demikian nilai-nilai keagamaan tetap terjaga.                                       Kata kunci: Kesenian bangreng, nilai budaya.  

Copyrights © 2020