Ria Intani T
Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Generasi Muda dan Seni Tradisi (Studi Kasus di Kawasan Cisaranten Wetan, Bandung) Ria Intani T
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v4i1.6846

Abstract

Abstract : The milineal era is synonymous with modern culture that put great import on western culture  instead of tradition. It is assumed that modern culture is considered more interesting than its opposite. Consequently, keeping up with modern culture is considered as prestige. Thus, it is encouraging to find the younger generation engaged in traditional culture, in this case the performing arts of reak (traditional dance using stuffed animals in form of lion) and kudarenggong (horsedance). The aims of this research is to explain what are the reasons behind the willingness of the younger generation to engage with traditional arts and secured their parents support. The study was conducted with qualitative research methods through interview. The results of the study show that the involvement of the younger generation in traditional arts is inseparable from environmental factors. Abstrak : Era milineal identik dengan budaya modern yang mengedepankan budaya yang berakar dari Barat, dan sebaliknya menafikan budaya yang berakar dari leluhurnya. Ditengarai bahwa budaya modern dianggap lebih menarik dan sebaliknya dengan budaya tradisional. Merapat pada budaya  modern dianggap sebagai suatu prestise, dan sebaliknya dengan budaya tradisional. Apa pun sebabnya,  menggembirakan ketika mendapati generasi muda menggeluti budaya tradisional, dalam hal ini seni reak dan kuda renggong. Melihat kenyataan itu, melalui penelitian ini ingin diketahui apa yang menjadi alasan generasi muda yang bersangkutan mau menggeluti seni tradisional dan apa alasan orang tua (bagi yang masih lajang) mendukung anaknya. Penelitian ini menggunakan teknik  wawancara untuk penggalian datanya dengan pemaparannya secara deskriptif. Hasil penelitian sekaligus menjadi kesimpulan penelitian ini bahwa keterlibatan generasi muda dalam seni tradisi tidak lepas dari faktor lingkungan. 
Nilai Budaya dalam Balutan Kesenian “Bangreng” Ria Intani T
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v5i1.8772

Abstract

Abstract: Bangreng is a performance art that developed in Sumedang Regency. Bangreng art was born from the art of Terebang which developed into the art of Gembyung, and then developed again into the art of Bangreng. Various opinions say that an art is not created for mere beauty, but also various things that are valuable for life. In this regard, this study was conducted to find a depiction of Bangreng art, along with the values contained therein. This type of research is qualitative by extracting the data through interviews and observations. The results of the study showed that the art of Terebang which contained a lot of religious values and Gembyung which contained elements of entertainment became the foundation in Bangreng art. Thus, even though Bangreng art contains entertainment, religious values are maintained. Keywords: Bangreng art, cultural values.  Abstrak: Bangreng merupakan seni pertunjukan yang berkembang di Kabupaten Sumedang. Kesenian bangreng terlahir dari kesenian terebang yang berkembang menjadi kesenian gembyung, dan kemudian berkembang lagi menjadi kesenian bangreng. Berbagai pendapat mengatakan bahwasanya sebuah kesenian tidak diciptakan untuk keindahan semata, melainkan pula berbagai hal yang bernilai untuk kehidupan. Sehubungan dengan itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran tentang kesenian bangreng, berikut nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Jenis penelitian ini kualitatif dengan penggalian datanya melalui wawancara dan pengamatan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kesenian terebang yang banyak mengandung nilai keagamaan dan gembyung yang mengandung unsur hiburan menjadi fondasi dalam kesenian bangreng. Dengan demikian meskipun kesenian bangreng mengandung unsur  hiburan, namun demikian nilai-nilai keagamaan tetap terjaga.                                       Kata kunci: Kesenian bangreng, nilai budaya.