UNEJ e-Proceeding
2020: E-PROSIDING SEMINAR NASIONAL PEKAN CHAIRIL ANWAR

SATU DEKADE STAND-UP COMEDY DI INDONESIA: ANAK MUDA, KREATIVITAS HUMOR, DAN KRITIK POLITIK

Theresia Octastefani (Departemen Politik dan Pemerintahan Universitas Gadjah Mada)
Bayu Mitra A. Kusuma (Pusat Studi Kecerdasan Digital UIN Sunan Kalijaga)



Article Info

Publish Date
01 Oct 2020

Abstract

Dalam kurun waktu satu dekade terakhir, masyarakat Indonesia telah menikmati sajian hiburan baru yang populer disebut dengan stand-up comedy. Hiburan yang disajikan dalam bentuk monolog tersebut menjadikan seorang komika sebagai pusat perhatian dengan materi sosial budaya ataupun isu-isu yang sedang berkembang. Stand-up comedy pada umumnya menampilkan permainan majas mulai dari sarkasme, satir, personifikasi, alegori, ironi, atau hiperbola yang kerap memiliki makna bersayap sehingga mengajak penikmatnya untuk berfikir. Oleh karena itulah stand-up comedy kerap diasosiasikan sebagai humor kreatif untuk orang cerdas. Di tengah situasi masyarakat yang semakin sensitif dan mudah tersinggung, stand-up comedy hadir untuk memberikan kritik sosial. Tak terkecuali kritik pada eskalasi politik Indonesia yang menggerus kohesi sosial dalam beberapa tahun terakhir. Cara penyampaian pesan dalam stand-up comedy memperlihatkan bagaimana kritik politik dapat disampaikan secara ringan dan santai namun dapat memainkan emosi melalui kreasi linguistik dan retorik. Dengan demikian apabila dipandang dari aspek kebahasaan, stand-up comedy mengembalikan keindahan kalimat bermajas yang mulai ditinggalkan generasi muda, kelompok yang cenderung gemar memberikan komentar via media sosial tanpa berfikir panjang. Sedangkan jika dipandang dari teori retorika, stand-up comedy merupakan bentuk komunikasi politik yang kreatif dan mampu menarik minat anak muda untuk lebih melek sosial politik. Kata kunci: anak muda, kreativitas humor, kritik politik, stand-up comedy

Copyrights © 2020