Diglosia
Vol 4, No 2 (2020): Agustus

TUTURAN ADAT DALAM UPACARA MASO SA’O NGGUA BARU PADA MASYARAKAT ENDE DESA NDUNGGA KECAMATAN ENDE TENGAH KABUPATEN ENDE

Alfonsus Gaa (Unknown)
Siprianus See (Universitas Flores)



Article Info

Publish Date
31 Aug 2020

Abstract

Kebudayaan masyarakat dalam suatu daerah atau wilayah yang terdiri atas kelompok-kelompok suku tertentu dan memiliki bahasa daerahnya tersendiri. Demikian pula dengan masyarakat Ndungga, termasuk yang tinggal dan berdomisili di wilayah Desa Ndungga Kecamatan Ende Tengah Kabupaten Ende memiliki bahasa daerahnya tersendiri yang dikenal dengan bahasa Ende. Sebagai alat komunikasi, bahasa Ende digunakan dalam berbagai ragam interaksi dalam kehidupan masyarakat Ende (khususnya masyarakat Ndungga), mulai dari ragam komunikasi sehari-hari sampai pada komunikasi dalam berbagai upacara adat. Salah satu diantara sekian banyak seremonial adat yang menggunakan bahasa Ende (khususnya masyarakat Ndungga) sebagai media komunikasi yang efektif adalah pada bentuk upacara dalam  bahasa Ende saat  menempati rumah baru yang disebut dengan Upacara Maso Sa’o Nggua Baru yang berarti menempati rumah baru. Maso Sa’o ini merupakan acara  yang dibuat masyarakat setempat secara turun temurun dan bersifat mengikat atau wajib. Hewan yang disembelih untuk memberi makan nenek moyang saat acara Maso Sa’o yaitu ayam, tetapi bagi orang yang memiliki kemampuan ekonomi lebih tinggi bisa juga hewan lain seperti babi. Acara ini harus disaksikan oleh sanak keluarga dari pemilik rumah, ari kae berserta anak perempuan dan anak  laki-laki. Tujuan dari upacara Maso Sa’o Nggua Baru ini, ialah untuk mendamaikan pemilik rumah dengan roh penjaganya serta ucapan syukur pemilik rumah kepada Tuhan dan para leluhur, seraya memohon perlindungan bagi semua orang yang menghuni rumah baru tersebut.Kata kunci: tuturan adat, upacara, Maso Sa’o, Nggua Baru  The culture of society in a region or region consisting of certain ethnic groups and has its own regional language. Similarly, the Ndungga people, including those who live and reside in the Ndungga village area of Ende Central District of Ende Regency has its own regional language known as Ende language. As a means of communication, the Ende language is used in a wide variety of interactions in the lives of the people of Ende (especially Ndungga people), ranging from the various communication everyday to the communication in various traditional ceremonies. One of the many traditional ceremonial that used the language of Ende (especially the Ndungga community) as an effective communication medium is on the form of ceremonies in the Ende language when occupying a new home called the new Maso Sa'o Nggua ceremony which means occupying a new home. "Maso Sa'o" is an event made by the local community as a hereditary and binding or compulsory. Animals slaughtered to feed ancestors during the event “Maso sa'o” is chicken, but for people who have economic ability can also other animals such as pigs. This event must be witnessed by relatives of homeowners, Ari Kae with girls and boys. The purpose of Maso Sa’o Nggua Baru's ceremony, is to reconcile the homeowner with the spirit of the house owner and the thanksgiving of the Landlord to God and the ancestors, while applying for protection for all those who inhabit the new home.Keywords: uttearance of customs, ceremony, Maso Sa’o, Nggua Baru

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

dl

Publisher

Subject

Humanities Education Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia tergabung dalam Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP). Jurnal ini memuat artikel ilmiah penelitian dan gagasan konseptual atau kajian teoretis dalam bidang pendidikan, kebahasaan, ...