Masalah dalam penelitian ini, yakni bagaimanakah penggunaan BG oleh peserta didik SD di Kota Gorontalo yang subfokusnya, yakni (1) bagaimanakah penggunaan BG oleh peserta didik SD ketika berinteraksi di dalam kelas; (2) bagaimanakah penggunaan BG ketika bertanya; (3) bagaimanakah penggunaan BG ketika menjawab; (4) bagaimanakah penggunaan BG ketika menjelaskan; (5) bagaimanakah penggunaan BG ketika bercakap-cakap di luar kelas; dan (6) bagaimanakah penggunaan BG ketika bermain-main di luar kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mencari informasi mengenal hal-hal yang disebutkan di atas, dan jika penelitian ini mendapat jawaban “tidak” , maka tujuannya, yakni mencari penyebab dan mencari jawaban untuk upaya pembinaan dan pengembangan BG. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Gorontalo dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif seperti yang dikemukakan oleh Moleong (2004) yang mengumpulkan datanya dilaksanakan dengan cara wawancara dan pengamatan, sedangkan teknik analisisnya menggunakan teknik persentasi hasil wawancara dan pengamatan. Penelitian ini berhasil mengungkapkan bahwa peserta didik SD di Kota Gorontalo tidak mengenal dan tidak menggunakan bahasa Gorontalo sebagai alat komunikasi, ditemukan 28 butir penyebab mengapa bahasa Gorontalo tidak digunakan, dan menemukan 29 butir upaya yang dapat dilaksanakan untuk membina dan mengembangkan bahasa Gorontalo.
Copyrights © 2011